Kilau Emas Antam Sulit Dibendung
Pelemahan nilai tukar rupiah masih menjadi penopang harga emas batangan produksi PT Logam Mulia, anak usaha PT Aneka
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Padahal, penawaran masuk hanya Rp 41,35 triliun, lebih rendah dibanding penawaran pada lelang dua pekan lalu yang sebesar Rp 51,54 triliun.
Dari enam seri yang ditawarkan, seri FR0077 menerima penawaran terbesar, yaitu Rp 10,75 triliun. Dus, pemerintah menyerap dana paling banyak dari seri ini, Rp 7,55 triliun.
Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan pada seri yang akan jatuh tempo 15 Mei 2024 ini mencapai 8,48%.
Sedangkan, penawaran terkecil pada seri FR0075 yaitu hanya Rp 2,68 triliun. Pemerintah hanya menyerap Rp 1,1 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 8,97%.
Ariawan, analis Obligasi BNI Sekuritas, menilai, pelaku pasar memanfaatkan momentum. Meski jumlah penawaran masuk turun, yield yang diminta investor juga tidak setinggi lelang sebelumnya. Itu sebabnya, pemerintah bisa menyerap secara maksimal.
Investor asing juga terlihat agresif masuk.
Porsi penawaran dari asing mencapai 23%, lebih besar dibandingkan lelang SUN sebelumnya yang hanya 15%. "Justru saat penawaran masuk menurun, investor asing terlihat lebih agresif," kata Ariawan, Selasa (9/10).
Menurut dia, asing tertarik dengan tawaran yield. Misalnya, seri tenor 10 tahun menawarkan yield di atas 8,5%.
Pada lelang SUN selanjutnya, penawaran masuk diperkirakan tetap besar. Sebab, jelang akhir tahun, pasokan penerbitan surat utang pemerintah akan menipis. Dana asing juga akan makin besar, terlebih jika rupiah stabil.
Rupiah Melemah, AirAsia Akan Sesuaikan Capex
PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) tengah menerapkan strategi menghadapi pelemahan rupiah dan kenaikan harga bahan bakar di 2018. Salah satu caranya adalah menyesuaikan belanja modal alias capital expenditure.
Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan mengatakan, bisnis penerbangan kini menghadapi tantangan turunnya kurs rupiah serta kenaikan harga minyak. Dus, CMPP melakukan penyesuaian dari rencana awal. "Sehingga penyerapan capex pun harus mengalami penyesuaian," ujar dia pada KONTAN, Senin (8/10).
Sebelumnya, CMPP berencana mendatangkan tiga pesawat baru ke Indonesia dengan dana sebesar US$ 10 juta hingga US$ 15 juta. "Penambahan tiga pesawat bertipe A320 tersebut tidak dengan cara membeli, melainkan menyewa," jelas Dendy.
Satu pesawat sudah masuk hangar pada Juli 2018. Sedangkan dua pesawat sisanya akan didatangkan pada Desember 2018. Ketiganya akan menggenapi jumlah armada pesawat AirAsia Indonesia menjadi 18 armada.
Bila ditambah dengan enam pesawat lainnya yang sebelumnya sudah dimiliki AirAsia Indonesia X, yang juga merupakan bagian dari unit bisnis CMPP, maka di akhir tahun nanti jumlah pesawat CMPP berjumlah 24 pesawat.
CMPP berharap kehadiran pesawat baru bisa memperluas rute penerbangan. Saat ini CMPP memiliki sembilan rute domestik dan 21 rute internasional.
Satu rute terbaru mereka yakni Medan-Singapura. Selebihnya, manajemen perusahaan ini masih merahasiakan rute-rute baru yang rencananya akan diluncurkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sayap-goreng-berlapis-emas-24-karat_20180917_100325.jpg)