Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kilau Emas Antam Sulit Dibendung

Pelemahan nilai tukar rupiah masih menjadi penopang harga emas batangan produksi PT Logam Mulia, anak usaha PT Aneka

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
INSTAGRAM/@theainsworth
Sayap goreng berlapis emas 24 karat yang dikenal dengan nama 'FoodGOD 24K Gold Buffalo Wings'. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah masih menjadi penopang harga emas batangan produksi PT Logam Mulia, anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Emas Antam semakin kinclong lantaran derasnya permintaan logam mulai ini sebagai aset lindung nilai.

Harga emas Antam pada Senin (8/10) menyentuh level tertinggi sepanjang masa di Rp 670.000 per gram. Namun, kemarin, harganya terkoreksi Rp 7.000 menjadi Rp 663.000 per gram.

Analis Global Kapital Investama Berjangka Alwi Assegaf menyebut, faktor utama yang mendongkrak harga emas Antam adalah pelemahan rupiah. Sepanjang Oktober, memang nilai tukar rupiah terus mencatat rekor terlemah baru. Terakhir, Selasa (9/10) rupiah menyentuh posisi terendahnya sejak Juli 1998 ke Rp 15.238 per dollar AS.

Dengan pelemahan mata uang Garuda ini, investor domestik pun mencari instrumen investasi yang lebih aman dan bisa dijadikan aset safe haven. Selain dollar AS, pilihannya jatuh pada emas batangan.

Tak ayal, harga emas Antam meroket. Padahal di saat yang sama, harga emas global justru melempem. Bahkan sejak awal pekan ini, harga emas sudah meninggalkan level psikologisnya di US$ 1.200 per ons troi.

Senin (8/10), harga emas kontrak pengiriman Desember 2018 di Commodity Exchange, ada di posisi US$ 1.188,6 per ons troi. Untungnya, kemarin, harga si kuning sedikit menguat 0,13% menjadi US$ 1.190.20 per ons troi.

Masih bullish

Analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar menambahkan, harga emas Antam juga ditopang tingginya minat konsumen domestik ke logam batangan ini. Deddy mencatat, hingga semester I-2018, produksi emas Antam meningkat mencapai 1.041 kilogram.

Pproduksi meningkat untuk mengimbangi permintaan yang juga naik. Deddy mengamati, di bulan Juni dan Juli 2018, permintaan emas Antam melebihi batas penjualan emas perusahaan per harinya.

Sehingga Antam menutup penjualan emas untuk setiap kategori bobotnya.

"Menurut catatan ANTM penjualannya naik 292% di semester I, jadi kondisi permintaan yang tinggi ini membuat harga emas antam melambung," kata dia.

Alwi pun memprediksi, dengan adanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve di akhir tahun nanti, harga emas Antam bisa kembali naik. Sebab, sentimen The Fed akan membuat nilai tukar rupiah makin lemah.

"Selama rupiah berada di atas Rp 15.000 kemungkinan harga emas Antam untuk turun agak sulit," ungkap dia.
Alwi meyakini, harga emas Antam bisa menyentuh harga Rp 700.000 per gram di akhir 2018 mendatang.

Yield Turun, Lelang Serap Rp 20 Triliun

Pemerintah menyerap dana maksimal pada lelang surat utang negara (SUN), Selasa (9/10). Mengutip laporan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan, dana yang diserap mencapai Rp 20 triliun, sesuai target indikatif maksimal.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved