Jumat, 5 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pendapatan Sektor Pariwisata Bali Capai Rp 1 Triliun

Dalam gelaran Annual Meeting IMF-World Bank (WB) yang diselenggarakan di Nusa Dua Bali, sebanyak 63 destinasi pariwisata

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kintamani.id
Danau Batur di Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali 

Melalui simPATI Tourist Wonderful Indonesia Rp 100 ribu, pelanggan dapat menikmati gratis telepon selama 300 menit untuk panggilan internasional ke lebih dari 150 negara melalui layanan Voice over Internet Protocol (VoIP) 01017, gratis 300 SMS internasional ke seluruh negara di dunia, serta gratis layanan data sebesar 10 GB untuk mengakses Internet.

Produk simPATI Tourist Wonderful Indonesia ini bisa didapatkan di 62 outlet yang tersebar di sekitar lokasi konferensi. Selain itu, Telkomsel juga menyediakan layanan non tunai berupa TCASH dan layanan cash in TCASH, di mana produk ini nantinya dapat memudahkan pelanggan jika ingin melakukan transaksi isi ulang pulsa, transfer uang maupun aktivitas lainnya dengan mengakses *800# setelah aktivasi produk.

TCASH ini juga dapat dimanfaatkan oleh pelanggan untuk pembelanjaan dengan diskon hingga 30 persen di Paviliun Indonesia yang diikuti oleh lebih dari 170 UMKM di seluruh wilayah Indonesia, di mana program ini bekerjasama dengan blanja.com. Selanjutnya di sisi pelayanan, Telkomsel telah menyiapkan 3 GraPARI yang berlokasi di Mall Bali Galeria, Sunset Road dan Renon Denpasar serta 2 mini GraPARI di Mengwi dan Bangli, menyiagakan 6 Mobile GraPARI yang tersebar di berbagai lokasi strategis, serta menyiapkan booth layanan di lokasi strategis dan tempat menginapnya para peserta IMF-WB Forum 2018, seperti di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Westin Nusa Dua, Nusa Dua Beach Hotel, Laguna Resort, Melia Bali serta Club Med.

Khusus di booth AM IMF-WBG 2018, bagi pelanggan Telkomsel yang membeli paket simPATI Tourist Wonderful Indonesia dengan nominal tertentu atau melakukan isi ulang pulsa minimal Rp25 ribu dan kelipatannya, akan mendapatkan cenderamata menarik dari Telkomsel berupa topi, keychain, pouch, mug, thumbler, Tshirt, dan lain sebagainya.

Semua infrastruktur dan layanan tersebut dikendalikan dan dimonitor di TelkomGroup Integrated Operation Center (TIOC) yang berlokasi di Jakarta dan Bali. Sehingga setiap kemungkinan gangguan akan dapat diantisipasi sedini mungkin.

Dan jurnalis Tribun pun mencoba menggunakan koneksi WiFi dari ICT TelkomGroup yang berada di Press Centre BICC lantai 2. Seluruh press yang meliput pertemuan tersebut dan berada di area press centre diwajibkan menggunakan koneksi layanan ICT tersebut, hal ini diamati jurnalis Tribun yang memiliki hotspot pribadi MiFi dan dibawa ke area press centre diminta mematikan koneksi MiFi tersebut.

"Maaf pak apakah lagi sibuk, apa bapak menggunakan wifi pribadi? Disini kami wajibkan memakai koneksi layanan internet yang kami sediakan, silahkan dimatikan hotspot MiFi pribadinya. Berikut nama WiFi dan passwordnya," ucap seorang petugas Telkom sambil memberikan password tersebut.

Setelah menggunakan koneksi internet dari layanan TelkomGroup, jurnalis Tribun melakukan speed test koneksi. Hasilnya koneksi internet diarea ini pun mencapai 41.5 Mbps untuk unduh dan 28.6 Mbps untuk koneksi unggah.
Terjun dari Langit

Sebanyak 31 penerjun payung dari 7 negara di dunia mendarat di Lapangan Puputan Renon, Denpasar. Mereka turun dari langit, berputar-putar lalu satu persatu mendarat yang disambut tepuk tangan.
Aksi penerjun payung profesional dunia ini merupakan rangkaian dari Sosialisasi dan deklarasi Taman Wisata Dunia (TWD).

Pelopor penerjun wanita Naila Novaranti mengatakan aksi terjun payung ini membuktikan bahwa dirinya bersama 30 teman penerjun lainnya mendukung penuh Indonesia menjadi Taman Wisata Dunia.

"Kami menunjukkan dari angle udara dan bisa melihat seluruh pojok daratan lewat parasut dan siap menerima mereka yang berlibur ke Indonesia," kata Naila.

Adapun penerjun payung yang terlibat berasal dari Indonesia, Cina, Italia, Amerika, Inggris, Spanyol, dan Meksiko. Founder dan CEO Yayasan Taman Wisata Dunia, World Tourism Park (WTP Foundation), Daniel Kumendong mengungkapkan, acara deklarasi ini juga untuk memeriahkan agenda IMF-World Bank dan memberiakan apresiasi dan dukungan terhadap penyelenggaraannya.

Ia menambahkan TWD ini merupakan bentuk keinginan masyarakat daerah untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata dunia. "Sejalan dengan deklarasi ini, bahwa saat ini banyak potensi wisata di Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain. Hal inilah yang membuat Indonesia layak menjadi kawasan Taman Wisata Dunia," katanya.

Lebih lanjut, Daniel menuturkan dipilihnya Bali sebagai tempat deklarasi, karena Bali memang sudah banyak diketahui oleh wisatawan dunia. "Orang tahu Bali dan masyarakat dunia lebih mengenal Bali daripada Indonesia.

Kita juga sengaja memilih Lapangan Puputan sebagai tempat deklarasi yang merupakan lapangan bersejarah di mana di sana dahulu para pejuang Indonesia berjuang mati-matian untuk membebaskan Tanah Air dari tangan penjajah," lanjutnya.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved