Pendapatan Sektor Pariwisata Bali Capai Rp 1 Triliun

Dalam gelaran Annual Meeting IMF-World Bank (WB) yang diselenggarakan di Nusa Dua Bali, sebanyak 63 destinasi pariwisata

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kintamani.id
Danau Batur di Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali 

TRIBUNMANADO.CO.ID, DENPASAR - Dalam gelaran Annual Meeting IMF-World Bank (WB) yang diselenggarakan di Nusa Dua Bali, sebanyak 63 destinasi pariwisata dipromosikan di Indonesia. Dari 63 destinasi tersebut, 33 destinasi ada di Bali.

Sisanya ada di Toraja, Yogyakarta, Toba, NTT, NTB, Banyuwangi dan beberapa tempat lainnya. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, AA Gede Yuniartha Putra usai deklarasi Taman Wisata Dunia di Lapangan Puputan Renon, Denpasar menjelaskan dengan adanya IMF-WB ini ia mengatakan penghasilan Bali dari sektor pariwisata mencapai Rp 1 triliun.

"Kita bekerjasama dengan ASITA dan jauh-jauh hari sudah banyak yang daftar untuk melihat destinasi tidak hanga di Bali. Bali juga membantu daerah lain untuk promosi," kata Yuniartha.
"Anggap saja perorang spending-nya 2500 US dollar sekarang dikalikan 32 ribu pengunjung. Ya hampir 1 T lebihlah," tambah Yuniartha.

Walaupun banyak delegasi yang hadir saat pelaksanaan IMF-WB ini akan tetapi dari 130 ribu kamar hotel yang ada di Bali baru terisi 50 persen. "Kita masih kekuranagn orang dan masih terus menambahkan orang sehingga 130 ribu kamar dari 5 ribu hotel di Bali ini terisi," katanya.

Pihaknya juga menambahkan, destinasi wisata selama gelaran IMF-WB ini berlangsung tetap dibuka untuk masyarakat. "Tidak mengganggu. Kita tidak menutup destinasi wisata. Kita tetap buka untuk masyarakat. Begitu juga untuk bandara apalagi sudah ada perluasan apron," paparnya.
Pastikan Jaringan Inet Baik

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memastikan layanan Information and Communication Technology (ICT) TelkomGroup siap turut menyukseskan penyelenggaraan Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank Group 2018 (AM IMF-WBG 2018). TelkomGroup berkomitmen menyediakan solusi telekomunikasi terdepan untuk kenyamanan berkomunikasi para delegasi dan peserta lainnya selama event berskala dunia ini yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 14 Oktober 2018.

Direktur Enterprise Telkom Dian Rachmawan mengatakan, menyusul suksesnya penyediaan ICT untuk penyelenggaraan Asian Games 2018 beberapa waktu yang lalu, TelkomGroup saat ini juga ditunjuk sebagai penyedia ICT pada AM IMF-WBG 2018. Event Internasional ini juga hampir bersamaan waktunya dengan penyelenggaran Asian Para Games 2018. Untuk kedua event ini, TelkomGroup sejak jauh-jauh hari sudah menyiapkan jaringan infrastruktur ICT kelas dunia, yang handal dan telah teruji.

"TelkomGroup berkomitmen untuk memastikan layanan ICT berkualitas prima baik dari sisi jaringan, teknologi, produk, maupun layanan. Secara keseluruhan, total peserta yang akan hadir mencapai 15.000 orang, sehingga dibutuhkan layanan ICT yang handal dan always on," ujar Dian.

Annual Meeting IMF-WBG 2018 merupakan konferensi internasional terbesar di dunia dalam bidang ekonomi dan keuangan, menghadirkan Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara anggota serta sektor swasta, akademisi, NGO dan media. Dalam mendukung penyelenggaraan AM IMF-WBG 2018 tersebut, TelkomGroup menyediakan infrastruktur ICT yang meliputi penyediaan Gateway Internet dengan kapasitas sampai dengan 40 Gbps yang dilengkapi dengan security firewall, penyediaan 1.170 access point wifi station dan penarikan kabel LAN untuk 2.740 titik.

Untuk kesiapan jaringan, Telkom telah melakukan penarikan cable fiber optic 180 core ke lokasi penyelenggaraan. Selain itu, ditempatkan pula Tim Teknisi Network Telkom Siaga berjumlah 300 orang, 160 orang satuan tugas pengawalan AM IMF-WBG 2018, 110 orang engineer dan expert network (LAN, Wireless, Security) yang siap 24 jam untuk memantau setiap network element, baik traffic domestic maupun internasional.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved