Pasar IPO Ditopang Euforia Investor
Di tengah volatilitas pasar saham, penawaran perdana saham kepada publik alias initial public offering (IPO) terus berlanjut.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Di tengah volatilitas pasar saham, penawaran perdana saham kepada publik alias initial public offering (IPO) terus berlanjut.
Sepanjang tahun berjalan, sudah 39 emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mayoritas membukukan kelebihan permintaan atau oversubscribed. Bahkan, harga sahamnya masih terus naik.
Pekan ini, lima saham akan dicatatkan di papan bursa. Mereka adalah Garudafood Putra Putri Jaya (GOOD), Propertindo Mulia Investama (MPRO), Superkrane Mitra Utama (SKRN), HK Metals Utama (HKMU) dan Jaya Bersama Indo (DUCK).
Bagaimana peluang pergerakan harga kelima saham itu? Sebagai gambaran, pekan lalu, dua saham pendatang baru berhasil melesat meski pasar turun tajam. Harga Cottonindo Ariesta (KPAS) dan Super Energy (SURE) masing-masing naik 69% pada perdagangan perdana, Jumat (5/10).
Kornelis Wicaksono, analis Reliance Sekuritas, berpendapat, listing di saat pasar volatil sesuatu yang riskan. Itu menunjukkan perusahaan sangat butuh pendanaan, baik untuk bayar utang atau kewajiban mandatory convertible bond (MCB).
Tapi, M. Nafan Aji, analis Binaartha Sekuritas menilai, oversubscribed pada penawaran saham IPO biasa terjadi karena valuasi perusahaan cukup murah, meski kinerja fundamental perusahaan belum sepenuhnya terlihat bagus. Belakangan ini, euforia terhadap saham-saham IPO juga meningkat.
Apalagi, pemahaman atau literasi investor terhadap saham sudah semakin bagus. "Infrastruktur di pasar modal juga sudah siap dan kondusif," kata Nafan, Minggu (7/10).
Dari sisi makro ekonomi, investor juga optimistis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi. Hal ini diyakini akan berpengaruh pada kenaikan harga saham.
Potensi naik
Namun, masih ada tantangan bagi calon emiten saat ini, terlebih soal valuasi perusahaan. "Jika harga IPO kemahalan, bisa saja harga turun," imbuh Nafan.
Nafan melihat, dari sisi sektoral, ada peluang cukup besar bagi lima saham pendatang baru untuk mengekor kenaikan saham-saham IPO sebelumnya.
"Tinggal mencermati valuasi dan fundamental. Kalau harganya lebih murah dan reasonable, pasti naik, terlebih di tengah euforia investor terhadap saham pendatang baru," kata dia.
Menurut Nafan, GOOD berpeluang paling baik. Apalagi fundamental perusahaan cukup kuat.
Sedangkan, Kornelis menyebut investor bisa mencermati tujuan penggunaan hasil IPO. Jika dana untuk ekspansi, lebih bagus dibanding untuk melunasi utang. "Sehingga peluang kenaikan harga saham akan lebih besar," kata dia, Minggu.
Potensi kenaikan harga juga bisa dilihat dari hasil penawaran perdana. Jika oversubscribed, maka permintaan terhadap saham itu tinggi, sehingga investor yang tak kebagian saat IPO, akan membeli di pasar.
Calon Emiten di BEI
Perusahaan
Kode Emiten
Harga IPO
Target Dana
Listing
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/saham_20181008_142953.jpg)