Bos Bank Dunia Cek Air Minum Desa di Bali
Chief Executive Officer Bank Dunia Kristalina Georgieve berkunjung ke Desa Bresela, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali Senin pagi.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, BALI – Chief Executive Officer Bank Dunia Kristalina Georgieve berkunjung ke Desa Bresela, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali Senin (8/10) pagi.
Ia tiba pukul 09.30 Wita. Perempuan asal Bulgaria ini meninjau program air minum berbasis masyarakat (Pam Simas) yang pembuatannya dibiayai Bank Dunia (World Bank).
Informasi dihimpun Tribun Bali, Georgieve datang bersama sepuluh orang rekannya dari Bank Dunia, Central Projek Managemen Unit (CPMU) Pam Simas, Tanoshishicilase. Rombongan dikawal langsung Kapolsek Payangan AKP Nyoman Pawana Jaya Negara. Para delegasi IMF-WB ini pun disambut jajaran prajuru desa dan pejabat Dinas Bresela.
Perbekel Bresela, I Made Budiasa mengatakan, kedatangan petinggi Bank Dunia ke Desa Bresela menjadi sebuah kehormatan bagi masyarakat setempat.
Dia memaparkan, Pam Simas yang ada di Desa Bresela merupakan program pemerintah di bidang pengelolaan dan penggunaan air bersih untuk masyarakat. Dimanaka program tersebut diberikan pada masyarakat Desa Bresela tahun 2016, dengan anggaran Rp 350 juta.
Program ini memiliki peran besar terhadap kebutuhan air masyarakat. Sebab, dengan geografis yang relatif tinggi, pihaknya terkadang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. “Saat ini program tersebut sedah dapat di nikmati oleh seluruh masyarakat yang ada di Desa Bresela,” ujarnya.
Kapolsek Payangan, AKP I Nyoman Pawana Jaya Negara saat dikonfirmasi Senin siang, membenarkan adanya kunjungan Bank Dunia beserta rombongan ke Desa Bresela. Kata dia, tujuan kunjungan ini adalah memastikan, program yang dibiayai Bank Dunia, betul-betul dirakan manfaat positifnya oleh masyarakat.
Selain meninjauk program Pam Simas, para tamu negara tersebut juga meninjau kondisi kesehata anak-anak setempat. Dalam hal ini, ditemukan ada empat anak yang kondisi kesehatannya bermasalah. Namun pihaknya tak mengetahui maksud dari anggota delegasi tersebut meninjau kondisi kesehatan anak setempat. Pasalnya, usai meninjau pihak Bank Dunia tidak terlihat memberikan bantuan.
“Kemungkinan, nantinya pengamatan terhadap kondisi anak-anak ini, akan dijadikan regulasi memberikan bantuan. Tapi, dalam agenda, ke Bresela hanya meninjau Pam Simas, melihat kondisi anak-anak kemungkinan agenda spontan saja,” ujarnya.
Menurut dia, pengawalan dilakukan sesuai SOP, namun tidak membatasi ruang gerak masyarakat di Payangan. Baik pengguna jalan dan sebagainya. Dan, masyarakat setempat sangat menyambut baik kedatangan tamu IMF-WB ini.
“Kunjungan berakhir pada pukul 11.00 wita berjalan lancar, pengamanan dipimpin saya sendiri, dan melibatkan tujuh orang personil,” ucapnya.

Kami Berharap Tidak Menambah Utang
Harapan dan permintaan tokoh publik bermunculan terkait penyenggaraan Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia (2018 Annual Meetings of the International Monetary Fund and the World Bank Group) di Nusa Dua, Bali, yang dimulai sejak Senin (8/10).
Politikus Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi berharap pertemuan International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) di Bali tidak menambah beban hutang Indonesia.
Dia mengatakan pertemuan itu harus menjadi tempat strategis bagi Indonesia untuk mengatasi permasalahan seperti penanganan bencana alam. "Itu sebabnya kami katakan bahwa kalau Partai Demokrat melihat pertemuan ini harus dilihat sebagai sesuatu yang sifatnya strategis bukan untuk menambah utang," ujar Dede Yusuf di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.