Masa Optimistis Pasar Saham Sudah Lewat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tekanan. Pada perdagangan kemarin, indeks saham anjlok 1,89%
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Meski demikian, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2018, net interest margin (NIM) kelompok bank pembangunan daerah (BPD) tercatat paling tinggi di antara kelompok bank lain. dengan posisi NIM sebesar 6,2%.
Sekretaris Perusahaan Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut), Syahdan Siregar mengatakan, strategi untuk menjaga rasio profitabilitas adalah dengan menurunkan biaya dana dan meningkatkan realisasi kredit berkualitas. Selain itu Bank Sumut juga akan meningkatkan pendapatan berbasis komisi (fee based income) dan mengendalikan kredit bermasalah.
Hingga Agustus 2018, NIM Bank Sumut berada di posisi 7,01%. Hingga akhir tahun ini NIM ditargetkan bisa mencapai 7,89%. Guna menurunkan beban dana, Bank Sumut j akan terus fokus pada dana murah dengan mempertahankan rasio dana murah yang sudah ada.
Per Agustus, rasio dana murah mencapai 74,14% dari total himpunan dana ketiga (DPK) yang sebesar Rp 22,12 triliun. "Hingga akhir tahun bakal ada lagi dana murah yang akan masuk ke perbankan dari dana proyek pemerintah yang belum terpakai," kata Syahdan.
Adapun NIM Bank Pembangun Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) per Agustus 2018 di posisi 6,28%. Direktur Bisnis Ritel & Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hanawijaya mengatakan, di tengah tren kenaikan suku bunga saat ini akan mendorong likuiditas perbankan menjadi semakin ketat.
"Hal ini direspons Bank Jateng dengan menaikkan suku bunga simpanan seiring dengan kenaikan suku bunga acuan," ujar Hanawijaya, Kamis (4/10).
Ekspansi kredit
Bank Jateng menargetkan dapat menjaga rasio NIM hingga akhir tahun 2018 di posisi 6,37%. Guna mencapai target, bank menyiapkan berbagai langkah. Pertama melakukan diversifikasi sumber pendapatan dengan lain meningkatkan pendapatan bank dari non bunga. Bank Jateng juga mengoptimalkan layanan digital termasuk kepada nasabah pemerintah daerah.
Adapun Direktur Keuangan Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Ferdian Satyagraha mengatakan, hingga Agustus 2018 NIM Bank Jatim di posisi 6,45%. Guna mengoptimalkan marjin, pihaknya akan tetap melakukan ekspansi kredit ritel dan konsumer yang menjadi prioritas.
"Selain itu Bank Jatim juga akan menjaga rasio dana murah di atas 65%. Sehingga NIM dapat dijaga di 6,33% hingga akhir tahun," ujar Ferdian.
NIM Bank per Juli 2018
2015
2016
2017
Juli 2017
Juli 2018
Bank Umum Konvensional
5,39%
5,63%
5,32%
5,35%
5,12%
BPD
6,66%
7,07%
6,42%
6,55%
6,2%
Bank Campuran
3,38%
3,63%
3,69%
3,64%
3,25%
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ihsg-menguat_20180906_133647.jpg)