Pionir Operasi Plastik: Bagaimana Perang Dunia I Picu Prosedur Ini?
Berbicara tentang perkembangan operasi plastik tidak bisa dilepaskan dari masa Perang Dunia I.
Tahun-tahun selanjutnya, salah satu pasien adalah prajurit Richard Walker. Walker yang bertugas di Resimen Royal Lancaster berusia 20 tahun kala itu.
Dia mengalami luka tembak di bibir bawah. Itu membuatnya harus dirawat di Queen's Hospital pada Oktober 1918.
Pasien Gilliens yang lain adalah Letnan William M Spreckley dari Sherwood Foresters Service.
Dia mengalami luka tembak yang besar di wajahnya.
Perlu waktu tiga setengah tahun untuk memperbaiki wajah Spreckley.
"Dunia medis sangat berutang kepada dr Gillies, seperti halnya orang yang dirawat olehnya pada awal abad ke-10 dan siapa saja yang pernah menerima perawatan operasi plastik sejak saat itu," kata Debra Chatfield, sejarawan.
"Tanpa perkembangan pionir di bidang ini, operasi plastik mungkin tidak semaju sekarang," sambungnya.
Menurut Chatfield, catatan ini menjadi sumber informasi penting bagi sejarawan, dunia medis, dan orang yang tertarik belajar realitas paca Perang Dunia I.
"Dr Harold Gillies adalah tokoh pendiri dalam sejarah operasi plastik, mengembangkan prosedur inovatif untuk membantu merekonstruksi wajah tentara dan pilot yang terluka parah di wajah akibat tembusan peluru dan pecahan peluru serta melakukan pencangkokan tulang, otot, dan kulit untuk mengembalikan penampilan mereka," kata Dr Sam Alberti, direktur Museum & Arsip di Royal College of Surgeon.
Sebagai informasi, museum tersebut adalah tempat penyimpanan foto dan arsip lain dari pasien Gillies.
"(Terobosan) yang paling menonjol, Gillies memperkenalkan tangkai tubed yang menggunakan jaringan pasien sendiri untuk membantu bedah rekonstruktif dan mengurangi kemungkinan penolakan jaringan," imbuh Alberti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pioner-operasi-plastik_20181005_190446.jpg)