Minggu, 24 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Indomaret Merealisasikan Penambahan 600 Gerai Baru

Perusahaan ritel Grup Salim, PT Indomarco Prismatama, agresif membuka gerai baru. Sejak awal tahun hingga kini, perusahaan ritel

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
tribunnews
Indomaret 

Rumah dan Ruko Lesu, Modernland Andalkan Lahan

Bisnis hunian dan rumah toko (ruko) PT Modernland Reality Tbk tahun ini kurang atraktif. Namun, pengembang properti ini masih yakin mampu memenuhi seluruh target pendapatan prapenjualan alias marketing sales sebesar Rp 3 triliun di sepanjang 2018.

Pasalnya, Modernland Realty tak cuma menggarap proyek hunian dan ruko. Mereka juga menjual lahan. "Rumah tinggal dan ruko volumenya turun, tapi terjadi peningkatan di penjualan lahan milik perseroan sehingga bisa diimbangi," ungkap L.H. Freddy Chan, Wakil Direktur Utama Modernland Realty, saat paparan publik di Tangerang, Banten, Jumat (28/9).

Selain peluang menutup penurunan penjualan hunian dan ruko dengan kenaikan penjualan lahan industri, pencapaian marketing sales Modernland Realty sudah cukup menenangkan. Januari sampai Juni lalu saja, mereka sudah mengumpulkan pendapatan prapenjualan Rp 2,5 triliun.

Sebesar Rp 1,15 triliun dari pendapatan prapenjualan itu berasal dari pembelian lahan oleh PT Waskita Modern Realti. Modernland Realty memiliki 40% saham Waskita Modern Realti melalui PT Bagasasi Inti Pratama. Lalu, 60% kepemilikan saham lainnya menjadi milik PT Waskita Karya Realty, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Waskita Modern Realti berencana mengembangkan kota mandiri dengan konsep toll road city (TRC) yang kelak terintegrasi dengan Jalan Tol Tanjung Priok-Cibitung. Nanti, akan ada fasilitas transportasi dan sarana pendukung lain di kota mandiri itu.
Sayangnya, soal pencapaian kinerja hingga September, Modernland Realty tak bersedia mengungkapkan angkanya. Yang terang, berkaca dari capaian sepanjang semester I 2018, mereka hanya perlu mengejar sisa target pra penjualan Rp 500 miliar dalam enam bulan terakhir tahun ini.

Sebagai perbandingan, selama paruh pertama tahun lalu Modernland Realty membukukan pendapatan prapenjualan Rp 1 triliun. Alhasil, sepanjang semester satu tahun ini, perusahaan berkode saham MDLN di Bursa Efek Indonesia tesebut mencatatkan pertumbuhan 2,5 kali lipat.

Sementara kinerja pendapatan Modernland Realty di semester I-2018 menorehkan penurunan sebesar 2,79% year on year (yoy) menjadi Rp 1,39 triliun. Beruntung, keuntungan yang bisa mereka atribusikan kepada pemilik entitas induk atawa laba bersih masih tumbuh 31,12% yoy menjadi Rp 181,49 miliar.
Pendorong kenaikan laba bersih adalah penurunan beban keuangan. "Beban keuangan turun karena ada penurunan suku bunga atas penerbitan guaranteed senior notes dari 9,75% menjadi 6,95%," beber Freddy.

IPO Tuntas, CITY Akan Merilis Proyek Baru

Pengembang properti, PT Natura City Development Tbk (CITY) meraih tambahan amunisi untuk ekspansi usaha. Melalui hajatan penawaran perdana saham alias intial public offering (IPO), perusahaan ini meraih dana sebesar Rp 312 miliar.
Jumat (28/9), CITY resmi menjadi emiten ke-600 di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini melepas 2,6 miliar saham seharga Rp 120 per saham. Pada perdagangan perdana, harga CITY melesat 70% ke Rp 204 per saham.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk membayar kewajiban sehubungan dengan pengembangan usaha, tambahan perolehan tanah dan modal kerja. Perusahaan sudah menyiapkan proyek anyar, yaitu low rise building di Serpong.

CITY tengah mengejar izin untuk memulai proyek itu. Rencananya, proyek diluncurkan akhir tahun ini. "Mudah-mudahan pada semester I-2019 sudah bisa aktivasi di lapangan. Proyek ini akan berkontribusi lumayan besar" kata Elfi Darlis, Direktur Utama CITY, Jumat (28/9).

Menurut Elfi, properti ini membidik kalangan milenial. Harga unit akan ditawarkan di bawah Rp 400 juta. "Kami ingin menjangkau masyarakat kelas menengah dan memiliki keterbatasan finansial," tutur dia.
Properti yang akan dibangun memiliki ketinggian empat lantai dengan jumlah 100 unit per bangunan. Rencananya, akan ada empat bangunan low rise building. Sayang, Elfi enggan mengungkapkan besaran investasi untuk menggarap proyek itu.

Tahun ini, CITY membidik pendapatan pra-penjualan alias marketing sales bisa mencapai Rp 600 miliar. Target tersebut naik signifikan dibanding marketing sales tahun lalu, Rp 400 miliar.
Hingga kuartal III-2018, perusahaan ini baru meraih marketing sales sebesar Rp 250 miliar. "Kami akan genjot pencapaian hingga akhir tahun dengan berbagai strategi penjualan seperti melalui pameran," kata Elfi.

Ke depan, CITY tak mengincar kenaikan pendapatan signifikan. Namun, laba bersih diharapkan bisa terus tumbuh. Dalam dua tahun ke depan, Elfi berharap bisa memperoleh margin sebesar 50%.
CITY memiliki 200 hektare (ha) lahan di Serpong. Lahan yang belum dikembangkan 160 ha. Perusahaan ini masih membidik tambahan landbank di Jabodetabek, Jawa Barat, Sumatra dan Kalimantan.  (Elisabet Lisa Listiani/Andy Dwijayanto/Harry Muthahhari/Nur Pehatul Janna)

Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved