Indomaret Merealisasikan Penambahan 600 Gerai Baru
Perusahaan ritel Grup Salim, PT Indomarco Prismatama, agresif membuka gerai baru. Sejak awal tahun hingga kini, perusahaan ritel
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Perusahaan ritel Grup Salim, PT Indomarco Prismatama, agresif membuka gerai baru. Sejak awal tahun hingga kini, perusahaan ritel itu sudah membuka 600 gerai Indomaret baru dari rencana penambahan 1.000 gerai baru sepanjang tahun 2018. Dengan tambahan 600 gerai, total jaringan Indomaret sekarang mencapai 15.800 outlet.
Wiwiek Yusuf, Marketing Director Indomarco Prismatama, menyampaikan, saat ini ekspansi minimarket masih stabil dan kuat. Kendati mengalami tekanan sejak tahun lalu, pertumbuhan gerai minimarket tetap baik. "Kalau saya lihat, ritel yang tertekan paling kecil adalah format minimarket pada tahun lalu. Tapi untuk tahun ini, saya melihat, minimarket lebih baik dari tahun lalu, pertumbuhannya juga baik," ujar Wiwiek ke KONTAN, Kamis (27/9).
Namun Wiwiek mengatakan, pertumbuhan yang terjadi pada 2018 tidak akan setinggi pencapaian di 2016 lalu. Pertumbuhan ini terutama ditopang pendapatan masyarakat di luar Pulau Jawa yang meningkat, mengikuti kenaikan harga komoditas.
Sedang yang menopang pertumbuhan Indomarco Prismatama adalah ekspansi gerai termasuk menggarap wilayah-wilayah baru. Karena itu, mereka akan lebih sibuk ekspansi gerai baru di kuartal IV untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan tahun ini. "Sampai saat ini, kami sudah buka sekitar 600 gerai, baru 60% dari target ekspansi tahun ini. Sisanya kami kejar di kuartal empat," imbuh Wiwiek.
Dari target ekspansi 1.000 gerai tahun ini, Wiwiek menjelaskan, memang banyak menyasar Pulau Jawa. Namun, Indomarco Prismatama juga membidik kota-kota di luar Jawa, seperti Palu dan Manado. "Banyak daerah yang kami belum masuk seperti Ambon. Kalau Palu baru mulai masuk. Manado, NTB, NTT sudah ada tetapi Indonesia, kan, belum merata sebaran penduduknya," katanya.
Sekarang, Indomarco Prismatama memiliki 32 kantor cabang yang mengelola belasan ribu gerai Indomaret. Dengan tetap menggunakan format minimarket, perusahaan ini terus ekspansi, mencari lokasi yang memiliki kepadatan penduduk yang baik.
Bila tingkat kepadatan penduduknya baik, Indomarco Prismatama akan membuka gerai di daerah itu. Bahkan, tak hanya ekspansi gerai, mereka juga bisa menambah distribution center (DC). Tentu, percepatan penetrasi bergantung dengan potensi wilayah baru tersebut.
Selain itu, Indomarco Prismatama juga menggandeng Indogrosir dalam mendirikan DC skala kecil untuk melayani kebutuhan distribusi di wilayah baru. "Kepadatan pemukiman harus mencukupi karena kami melayani kebutuhan lingkungan. Kalau kepadatannya kecil, ya, gerai kami tidak bisa banyak. Kalau tidak banyak, maka tidak bisa buat DC. Saat ini, cabang 32 tetapi DC-nya ada 28 setelah masuk Kendari," ujar Wiwiek.
Tarif Integrasi Tol JORR Positif bagi Angkutan
Jangan heran, jika mulai hari ini, Sabtu (29/9), truk bakal semakin semarak melintasi Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Soalnya, pemberlakuan tarif integrasi di jalan bebas hambatan itu menawarkan hitung-hitungan bisnis lebih menjanjikan ketimbang truk melewati jalan biasa.
Mengacu rencana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pembayaran tol JORR hanya sekali, meski melewati beberapa ruas. Tarif kendaraan Golongan I sebesar Rp 15.000 sedangkan Golongan II dan III sama-sama kena Rp 22.500. Tarif kendaraan Golongan IV dan V juga sama, yakni Rp 30.000.
Kyatmaja Lookman, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Bidang Distribusi dan Logistik, mengatakan, tarif baru tol JORR berpotensi menguntungkan pengusaha truk. "Tergantung jarak, tapi semakin jauh jarak asal, maka angkanya semakin kecil," katanya kepada KONTAN, Jumat (28/9).
Ambil contoh, truk dengan tujuan Tanjung Priok. Aptrindo menakar, ada potensi penghematan tarif tol sebesar 2% sampai 5%.
Selain keuntungan tol lebih murah, pengusaha truk berpeluang menghemat waktu. Menurut pengalaman Aptrindo selama ini, terdapat satu gerbang tol yang berdiri di tengah jalan. Lama antrean pembayaran di gerbang tol itu bisa memakan waktu lebih dari dua menit. Sementara pasca penerapan skema tarif JORR yang anyar, semestinya gerbang tol di tengah jalan tersebut tak lagi berfungsi.
Aptrindo memprediksikan, para pengusaha truk yang semula memilih jalan biasa demi menghemat biaya bakal mempertimbangkan untuk melewati tol. Ini bisa sekaligus mengurai kemacetan di jalan biasa. "Beberapa kendaraan pribadi ada juga yang masuk tol untuk menghindari macet karena banyak truk di jalan nontol," ujar Lookman.
Tidak berpengaruh
Berbeda dengan Aptrindo, pengusaha jasa kurir seperti PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) tak melihat bakal ada dampak signifikan atas skema tarif baru JORR. Alasannya, lalu lintas kendaraan mereka tak terpusat hanya di JORR. Dibanding seluruh operasional JNE di Indonesia, armada mereka yang melintas Tol JORR tak seberapa.
Apalagi, belakangan JNE semakin sering mengirimkan paket kiriman melalui jalur udara. "Jadi, tidak terlalu pengaruh," tutur Muhammad Feriadi, Direktur Utama JNE saat dikonfirmasi KONTAN, Jumat (28/9).
Sementara dalam posisi sebagai Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo), Feriadi belum bisa menakar efek tarif integrasi JORR lebih jauh. Pengusaha yang tergabung dalam Asperindo belum menentukan sikap apapun.
Sejumlah Ruas Jalan Tol JORR
Ruas
Rute
Panjang (km)
Status Beroperasi
JORR W1
Penjaringan-Kembangan
8,65
18 Feb 2010
JORR W2 Seksi 1
Kembangan-Joglo
5,61
27 Des 2013
JORR W2 Seksi 2
Joglo-Ulujami
2,04
Ciledug 27 Des 2013
Ulujami 22 Juli 2014
JORR W2 Seksi 3
Ulujami-Veteran
1,30
7 Sep 2004
JORR W2 Seksi 4
Veteran-Pondok Pinang
2,26
29 Sep 2003
JORR S
Pondok Pinang-TMII
12,90
4 Sep 1995
JORR E1 Seksi 1
TMII-Ceger
1,00
31 Jul 2003
JORR E1 Seksi 2
Ceger-Hankam
3,10
10 Okt 2003
JORR E1 Seksi 3
Hankam-Jatiasih
4,40
29 Juli 2006
JORR E1 Seksi 4
Jatiasih-Cikunir
3,90
28 Agu 2007
JORR E2
Cikunir-Cakung
9,07
10 Okt 1990
JORR E3
Cakung-Cilincing
4,80
21 Jan 2007
JORR N
Cilincing-Tj. Priok
5,00
Belum beroperasi
Sumber: Riset KONTAN
Rumah dan Ruko Lesu, Modernland Andalkan Lahan
Bisnis hunian dan rumah toko (ruko) PT Modernland Reality Tbk tahun ini kurang atraktif. Namun, pengembang properti ini masih yakin mampu memenuhi seluruh target pendapatan prapenjualan alias marketing sales sebesar Rp 3 triliun di sepanjang 2018.
Pasalnya, Modernland Realty tak cuma menggarap proyek hunian dan ruko. Mereka juga menjual lahan. "Rumah tinggal dan ruko volumenya turun, tapi terjadi peningkatan di penjualan lahan milik perseroan sehingga bisa diimbangi," ungkap L.H. Freddy Chan, Wakil Direktur Utama Modernland Realty, saat paparan publik di Tangerang, Banten, Jumat (28/9).
Selain peluang menutup penurunan penjualan hunian dan ruko dengan kenaikan penjualan lahan industri, pencapaian marketing sales Modernland Realty sudah cukup menenangkan. Januari sampai Juni lalu saja, mereka sudah mengumpulkan pendapatan prapenjualan Rp 2,5 triliun.
Sebesar Rp 1,15 triliun dari pendapatan prapenjualan itu berasal dari pembelian lahan oleh PT Waskita Modern Realti. Modernland Realty memiliki 40% saham Waskita Modern Realti melalui PT Bagasasi Inti Pratama. Lalu, 60% kepemilikan saham lainnya menjadi milik PT Waskita Karya Realty, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Waskita Modern Realti berencana mengembangkan kota mandiri dengan konsep toll road city (TRC) yang kelak terintegrasi dengan Jalan Tol Tanjung Priok-Cibitung. Nanti, akan ada fasilitas transportasi dan sarana pendukung lain di kota mandiri itu.
Sayangnya, soal pencapaian kinerja hingga September, Modernland Realty tak bersedia mengungkapkan angkanya. Yang terang, berkaca dari capaian sepanjang semester I 2018, mereka hanya perlu mengejar sisa target pra penjualan Rp 500 miliar dalam enam bulan terakhir tahun ini.
Sebagai perbandingan, selama paruh pertama tahun lalu Modernland Realty membukukan pendapatan prapenjualan Rp 1 triliun. Alhasil, sepanjang semester satu tahun ini, perusahaan berkode saham MDLN di Bursa Efek Indonesia tesebut mencatatkan pertumbuhan 2,5 kali lipat.
Sementara kinerja pendapatan Modernland Realty di semester I-2018 menorehkan penurunan sebesar 2,79% year on year (yoy) menjadi Rp 1,39 triliun. Beruntung, keuntungan yang bisa mereka atribusikan kepada pemilik entitas induk atawa laba bersih masih tumbuh 31,12% yoy menjadi Rp 181,49 miliar.
Pendorong kenaikan laba bersih adalah penurunan beban keuangan. "Beban keuangan turun karena ada penurunan suku bunga atas penerbitan guaranteed senior notes dari 9,75% menjadi 6,95%," beber Freddy.
IPO Tuntas, CITY Akan Merilis Proyek Baru
Pengembang properti, PT Natura City Development Tbk (CITY) meraih tambahan amunisi untuk ekspansi usaha. Melalui hajatan penawaran perdana saham alias intial public offering (IPO), perusahaan ini meraih dana sebesar Rp 312 miliar.
Jumat (28/9), CITY resmi menjadi emiten ke-600 di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini melepas 2,6 miliar saham seharga Rp 120 per saham. Pada perdagangan perdana, harga CITY melesat 70% ke Rp 204 per saham.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk membayar kewajiban sehubungan dengan pengembangan usaha, tambahan perolehan tanah dan modal kerja. Perusahaan sudah menyiapkan proyek anyar, yaitu low rise building di Serpong.
CITY tengah mengejar izin untuk memulai proyek itu. Rencananya, proyek diluncurkan akhir tahun ini. "Mudah-mudahan pada semester I-2019 sudah bisa aktivasi di lapangan. Proyek ini akan berkontribusi lumayan besar" kata Elfi Darlis, Direktur Utama CITY, Jumat (28/9).
Menurut Elfi, properti ini membidik kalangan milenial. Harga unit akan ditawarkan di bawah Rp 400 juta. "Kami ingin menjangkau masyarakat kelas menengah dan memiliki keterbatasan finansial," tutur dia.
Properti yang akan dibangun memiliki ketinggian empat lantai dengan jumlah 100 unit per bangunan. Rencananya, akan ada empat bangunan low rise building. Sayang, Elfi enggan mengungkapkan besaran investasi untuk menggarap proyek itu.
Tahun ini, CITY membidik pendapatan pra-penjualan alias marketing sales bisa mencapai Rp 600 miliar. Target tersebut naik signifikan dibanding marketing sales tahun lalu, Rp 400 miliar.
Hingga kuartal III-2018, perusahaan ini baru meraih marketing sales sebesar Rp 250 miliar. "Kami akan genjot pencapaian hingga akhir tahun dengan berbagai strategi penjualan seperti melalui pameran," kata Elfi.
Ke depan, CITY tak mengincar kenaikan pendapatan signifikan. Namun, laba bersih diharapkan bisa terus tumbuh. Dalam dua tahun ke depan, Elfi berharap bisa memperoleh margin sebesar 50%.
CITY memiliki 200 hektare (ha) lahan di Serpong. Lahan yang belum dikembangkan 160 ha. Perusahaan ini masih membidik tambahan landbank di Jabodetabek, Jawa Barat, Sumatra dan Kalimantan. (Elisabet Lisa Listiani/Andy Dwijayanto/Harry Muthahhari/Nur Pehatul Janna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/indomaret_20180124_000627.jpg)