Senin, 1 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Zurich Akuisisi Adira Finance Rp 6,15 Triliun

Bisnis asuransi di Indonesia yang gurih membuat investor asing tertarik membenamkan investasi mereka di tanah air.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
adira finance 

Banyak Ujian Buat Multifinance Hingga Akhir Tahun

Kinerja perusahaan pembiayaan alias multifinance masih harus diuji hingga akhir tahun. Begitu banyak tantangan yang dihadapi perusahaan pembiayaan hingga akhir tahun nanti.

Direktur PT Mandiri Tunas Finance (MTF) Harjanto Tjitohardjojo mengatakan, tantangan para pelaku usaha di sisa tahun 2018 ini salah satunya adalah dari peningkatan biaya dana.

Hal ini tentunya biasa disikapi multifinance dengan penyesuaian bunga pembiayaan kepada debitur. Kondisi ini tentu membuat konsumen harus mengeluarkan lebih banyak uang guna membayar cicilan.

Sayan, di saat yang bersamaan nilai tukar rupiah masih berada dalam tren yang tidak menggembirakan. Bila tren ini belum berhenti, lagi-lagi calon nasabah yang bisa terkena imbasnya. "Jika nilai dolar naik terus, harga kendaraan bisa naik," kata Harjanto, Kamis (27/9).

Tantangan lain yang ikut menghampiri, lanjutnya, adalah iklim politik yang mulai menghangat. Kondisi ini bisa membuat beberapa calon nasabah menunda pembelian kendaraan.

Namun ia masih optimistis kinerja MTF akan tetap terjaga. Sampai dengan bulan Agustus kemarin, MTF sudah mencatatkan booking sebesar Rp 17,8 triliun.

Sementara pada periode yang sama di tahun kemarin, jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp 13,5 triliun. Artinya secara tahunan, pembiayaan yang disalurkan MTF melompat 31,8%.

Tahun yang berat juga dirasakan BCA Finance yang hanya mencatatkan pertumbuhan tipis dalam hal penyaluran kredit sampai bulan Agustus kemarin. Walau demikian, perseroan masih yakin bisa memenuhi target sampai tutup tahun nanti.

Selama delapan bulan pertama tahun ini, Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim bilang pihaknya sudah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 23 triliun. "Dibanding tahun lalu tumbuh sekitar 2%," kata dia, Kamis (27/9).

Menurut dia ada beberapa faktor yang membuat penyaluran kredit perusahaannya tidak signifikan. Diantaranya adalah persaingan di pasar pembiayaan mobil baru yang makin ketat.
Terlebih penjualan mobil baru pun disebutnya belum menunjukan perkembangan yang cukup signifikan.

Meski tumbuh tipis, Roni masih yakin bisa memenuhi target booking di tahun ini. Di beberapa bulan tersisa sampai tutup tahun nanti, BCA Finance bakal berupaya dioptimalkan sebaik mungkin. Sambil berharap ekonomi kian baik.

OJK Bakal Mengenakan Sanksi ke Deloitte

Ada kabar terbaru dari kasus PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP Finance). Setelah mendapatkan sanksi dari Kementerian Keuangan, partner lokal Deloitte Indonesia, yaitu Kantor Akuntan Publik (KAP) Satrio Bing, Eny & Rekan juga terancam mendapatkan sanksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

KAP Satrio Bing, Eny & Rekan ini merupakan akuntan dalam laporan keuangan SNP Finance. Sumber KONTAN membisikkan bahwa sanksi OJK ke Satrio Bing, Eny & Rekan ini berdasarakan peraturan OJK No. 13/POJK.03/2017 tentang penggunaan jasa akuntan publik dalam kegiatan jasa keuangan.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved