Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Riscon Siapkan Surat Berharga Baru: IHSG Masih Cukup Kuat

Sukses menerbitkan Surat Berharga Investasi Jangka Pendek (SBI-JP) Seri I, PT Riscon Victory bakal kembali menerbitkan SBI-JP Seri II.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kontan
Pergerakan IHSG 

Ia mengaku terinspirasi gara-gara lingkungan kantor. Selain itu, ia juga rajin membaca buku soal investor kelas kakap dunia, seperti Warren Buffett atau George Soros, hingga menonton film bertema investasi, seperti Wall Street.
Waktu terus berlalu, instrumen investasi yang menjadi pilihan utama Ari pun berubah. Lantaran sibuk bekerja, ia tak punya cukup waktu untuk mengamati perkembangan pasar modal secara intens.

Hal itulah yang membuat pria kelahiran 1975 itu tidak melakukan trading saham lagi. Sebagai gantinya, ia berfokus pada instrumen reksadana saham. Instrumen tersebut dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan investasi jangka panjang, karena menjanjikan imbal hasil yang tinggi, terlepas dari risiko yang juga jumbo.

Selain reksadana saham, ia juga berinvestasi di obligasi dan peer to peer (P2P) lending. Ia mencoba investasi di P2P seiring maraknya perusahaan financial technology di Indonesia. Ia punya tips khusus terkait investasi P2P. Sebar ke berbagai peminjam agar risikonya bisa diminimalisir, tutur dia.

Walau sudah hafal beluk beluk dunia investasi, tak membuat Ari kebal terhadap kerugian. Ketika Indonesia dilanda krisis ekonomi 2008 silam, kinerja portofolio investasinya turut terpengaruh. Namun, ia sadar penyebab krisis lebih didominasi oleh faktor eksternal, sedang kondisi makroekonomi Indonesia masih stabil.

Makanya, ia memilih untuk tetap masuk secara berkala, terutama di reksadana saham. Dari situ, Ari belajar bahwa ada banyak pertimbangan yang perlu diambil ketika berinvestasi secara jangka panjang.

Jangka panjang

Pria lulusan S1 Teknik Industri Universitas Indonesia ini menjelaskan, hal terpenting yang mesti dilakukan investor adalah menentukan tujuan investasinya dahulu. Kemudian, barulah memilih instrumen yang sesuai dengan tujuannya.
Investor juga perlu melakukan diversifikasi portofolio. Dalam hal ini, jangan sampai dana yang diinvestasikan terkonsentrasi pada satu instrumen saja. Selain itu, perlu juga bagi investor untuk terus melakukan investasi secara berkala, sampai tujuannya tercapai.

Yang tidak kalah penting, investor juga mesti memahami perkembangan pasar keuangan Indonesia dan global. Dengan begitu, investor bisa tahu keputusan apa yang mesti diambil ketika pasar sedang mengalami gejolak.
Nah, salah satu tujuan Ari berinvestasi adalah untuk menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang pendidikan tertinggi. Karena tujuannya jangka panjang, maka instrumen yang dipilih adalah reksadana saham.

Dia menargetkan dapat memperoleh keuntungan maksimal dalam waktu 10 tahun. Maka dari itu, ia terus melakukan investasi secara berkala selama kurun waktu 58 tahun sejak pertama kali berinvestasi.

Jika target investasinya tercapai lebih cepat dari prediksi, maka di tahun-tahun terakhir ia memindahkan dana investasinya ke instrumen yang lebih aman, seperti reksadana pasar uang. Hal itu dilakukan untuk menghindari peningkatan risiko, terlebih jika di saat yang sama pasar sedang kurang kondusif. Yang terpenting, jangan ragu mengambil keputusan kalau sudah bisa membaca kondisi pasar, ucap Ari.

Sering Korbankan Waktu Senggang

Menjalani keseharian sebagai Co-Founder dan Managing Partner Jagartha Advisor cukup menyita waktu bagi Ari Adil. Bahkan, adakalanya pria kelahiran 1975 ini tetap berurusan dengan pekerjaan di akhir pekan.

Hal tersebut membuatnya sering mengorbankan waktu yang seharusnya dapat dihabiskan dengan keluarganya. Namun kini, ia berusaha lebih fleksibel dalam memanfaatkan waktu di akhir pekan. Ia berusaha mengatur agar urusan pekerjaan dan urusan berkumpul dengan keluarga tidak saling tumpang-tindih.

Kalau ada pekerjaan yang tidak bisa saya tinggalkan, mau tidak mau saya lakukan. Tinggal atur waktunya saja dengan acara kumpul keluarga, kata penyandang gelar Master of Commerce dari The University of Sydney tersebut.
Ari menambahkan, ketika berlibur di akhir pekan, ada beberapa kegiatan yang biasa ia jalani. Di antaranya berolahraga di pusat kebugaran atau jalan-jalan ke tempat terbuka bersama keluarga.

Dia mengaku kerap mengajak keluarganya jalan-jalan ke tempat wisata. Tak mesti jauh-jauh. Salah satu tempat wisata di Jakarta yang sudah dia jajal antara lain Taman Lapangan Banteng.
Tidak hanya itu, ia juga memiliki hobi traveling, baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk luar negeri, saya paling suka berkunjung ke Jepang, Amerika Serikat bagian timur, dan Eropa bagian barat, kenang dia.  (Dityasa Hanin Forddanta/Auriga Agustina/Dimas Andi Shadewo)

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved