Halaman Muka Google Yang Kian Mirip Medsos
Wajah Google Search akan segera berubah menjadi lebih mirip dengan media sosial, dengan sejumlah tambahan fitur baru.
Menurut pimpinan Google Images, Cathy Edwards, perubahan tersebut memang sengaja diterapkan oleh Google untuk lebih mengakomodir para pengguna muda dan millenial yang memiliki kebiasaan berbeda dalam melakukan searching di internet.
“Mereka ingin lebih melihat (konten) yang lebih visual. Buat mereka, deretan tulisan dengan tautan biru terlihat aneh,” ujar Edwards, mengacu pada daftar link dalam laman hasil search tradisional, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Mashable, Selasa (25/9/2018).
Tak semua konten cocok untuk divisualisasikan.
Namun, Edwards menambahkan bahwa sekarang sedang terjadi pergeseran tren search.
Makin sering terjadi bahwa hasil search yang paling relevan dengan kata kunci adalah foto dan video, bukan serangkaian kata-kata.
“Memang, ada topik yang mesti didalami. Tapi ketika Anda membutuhkan jawaban visual yang pendek, ini akan menjadi sangat powerful,” imbuhnya.
Penyajian gambar dan video, menurut Edwards, kini sudah mudah karena perangkat mobile sudah sangat bertenaga dan memiliki koneksi internet seluler yang kencang pula.
Google sendiri lambat laun tergerus oleh perusahaan-perusahaan media sosial yang belakangan mulai masuk ke ranah search yang menjadi lahan garapan Google.
Snapchat misalnya, pekan ini mengumumkan kemitraan dengan Amazon supaya pengguna bisa langsung mencari barang yang dilihat di dalam konten foto atau video dan membelinya di e-commerce tersebut. Pinterest setahun belakangan juga menerapkan pencarian visual dengan teknologi AI.
Aneka fitur baru Google Search akan digulirkan secara bertahap. Discover disebut bakal datang dalam “beberapa pekan ke depan”, sementara stories akan menyusul belakangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tampilan-google-yang-mirip-sosmed_20180926_105625.jpg)