ANTM Menerima Pencairan Dana US$ 57 Juta
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turut menikmati pencairan dana atas divestasi PT Dairi Prima Mineral (DPM). Emiten pelat merah
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turut menikmati pencairan dana atas divestasi PT Dairi Prima Mineral (DPM). Emiten pelat merah ini mengantongi duit segar US$ 57,24 juta dari penutupan transaksi (financial closing) yang juga melibatkan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan NFC China itu.
ANTM bersama BRMS meneken perjanjian jual beli bersyarat atau conditional share purchase agreement (CSPA) saham Dairi Prima pada akhir 2017.
Perjanjiannya berisi soal pengalihan 20.000 saham Seri A dan 33,58 juta saham Seri B atau 20% kepemilikan saham DPM di ANTM ke BRMS. "Akhir pekan lalu dananya sudah cair," ujar Direktur Utama ANTM Arie Prabowo Ariotedjo kepada KONTAN, Senin (24/9).
Namun, sejak awal perjanjian sudah ditetapkan, ANTM baru bisa menerima duit hasil divestasi tersebut setelah BRMS bisa mencairkan hasil divestasi 51% saham DPM ke NFC. Dalam laporan keuangan ANTM, divestasi 20% saham DPM tercatat sebagai piutang senilai Rp 825,49 miliar.
Kemarin, BRMS mengumumkan jika financial closing dengan NFC sudah dilakukan. Transfer saham juga sudah tuntas. Sehingga saat ini NFC resmi memiliki 51% saham DPM. Sedang sisa 49% masih menjadi milik BRMS.
Kesepakatan tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya kemitraan bisnis antara BRMS dan NFC. Hal ini juga menjadi penanda masuknya duit segar ke ANTM. "Dananya akan kami gunakan untuk menambah cash," kata Arie.
ANTM tahun ini perlu belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 3 triliun. Capex digunakan untuk keperluan bisnis, salah satunya mengejar produksi 900.000 ton nikel ore. Per Agustus, produksinya sebesar 460.000 ton.
Namun, ANTM juga punya keperluan lain. Perusahaan ini butuh pendanaan untuk melunasi utang Obligasi Berkelanjutan I Antam Tahun 2011 seri A senilai Rp 900 miliar. Obligasi ini bakal jatuh tempo Desember 2018.
Rencananya, ANTM bakal mencari pinjaman untuk pelunasan tersebut. Ini tak menjadi soal. Sebab, kondisi keuangan ANTM sehat, dengan posisi kas sekitar Rp 6 triliun. Jumlah ini sudah dipastikan bertambah setelah cairnya duit divestasi DPM. Sehingga, rasio utang tetap aman, karena ekuitasnya juga bertambah.
INDY Dirikan Anak Usaha Anyar
PT Indika Energy Tbk (INDY) bersama PT Indika Inti Corpindo (IIC), telah mendirikan anak perusahaan baru pada 13 September 2018. Anak usaha itu bernama PT Indika Digital Teknologi (IDT).
Anak usaha INDY ini bakal menjalankan usaha di bidang jasa konsultasi manajemen umum termasuk kegiatan informasi, komunikasi dan teknologi (ICT), menyediakan jasa konsultasi fasilitas komputer serta menjalankan kegiatan teknologi informasi dan jasa komputer lainnya.
Adapun mayoritas kepemilikan digenggam oleh INDY dengan nilai nominal saham sebesar Rp 104,99 miliar. Sisanya dimiliki oleh IIC. Adapun total nilai yang disetor untuk pendirian anak usaha ini sebesar Rp 105 miliar.
Adi Pramono, Sekretaris Perusahaan INDY, mengatakan, pendirian IDT merupakan upaya strukturisasi perusahaan agar inisiatif terkait penerapan teknologi menjadi lebih efektif dan efisien.
"Termasuk dalam inisiatif tersebut adalah peningkatan layanan ICT untuk seluruh anak-anak perusahaan dalam Grup Indika Energy, yang didasari oleh pengalaman menyediakan layanan ICT dalam mendukung lebih dari 300 proyek strategis energi dan infrastruktur, yang dilakukan grup selama delapan tahun terakhir," ujar Adi kepada KONTAN, kemarin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dollar-as_20180522_012339.jpg)