Sestama BNPB Sebut VAP dan Junjungan Tak Seharusnya Bertemu, Sidang Pemecah Ombak Likupang

Ketika bersaksi, Dodi membeberkan jika memang tak ada aturan yang mengharuskan Bupati Minut Vonnie A Panambunan (VAP) dan Junjungan Tambunan bertemu.

Sestama BNPB Sebut VAP dan Junjungan Tak Seharusnya Bertemu, Sidang Pemecah Ombak Likupang
ISTIMEWA
Saksi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sidang korupsi pemecah ombak Desa Likupang Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dengan terdakwa Junjungan Tambunan kembali berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Manado, Sulawesi Utara, Senin (24/09/2018).

Dalam sidang kali ini, tim jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan tiga saksi yakni Feronica Seon, Daniel Pangaila, dan Sekertaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dodi Ruswandi.

Ketika bersaksi, Dodi membeberkan jika memang tak ada aturan yang mengharuskan Bupati Minut Vonnie A Panambunan (VAP) dan Junjungan Tambunan bertemu.

"Tidak ada aturan yang mewajibkan seorang Deputi BNPB dengan Bupati bertemu, harusnya hanya kepala dinas saja," kata dia.

Ia menambahkan dana siap pakai adalah dana cadangan pemerintah khusus untuk penanggulangan keadaan darurat.

"Usulan awalnya Rp 40 Miliar, tapi hanya disetujui Rp 20 Miliar," kata dia.

Selain itu, Dodi mengaku pernah bertemu sekali dengan VAP dan membicarakan temuan fiktif yang didapatkan BPK senilai Rp 3,5 miliar.

"Saat bertemu ibu bupati mengaku heran dengan temuan itu. Tapi menurut bendahara saya temuan tersebut sudah dikembalikan," beber dia.

Sidang tersebut berlangsung selama 1 jam.

Usai mendengarkan keterangan para saksi, ketua majelis hakim Vincentius Banar lalu menunda persidangan pada Selasa (25/09/2018) masih dengan agenda pemeriksaan saksi.

"Sidang kita lanjutkan besok dengan agenda pemeriksaan saksi," tegasnya. (Tribun Manado/Nielton Durado)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved