Prediksi Rupiah Rupiah Bisa Menguat Lagi
Efek perang dagang reda, rupiah bisa bangkit. Laju penguatan rupiah terhadap dollar AS bisa berlanjut kendati Amerika Serikat
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Efek perang dagang reda, rupiah bisa bangkit. Laju penguatan rupiah terhadap dollar AS bisa berlanjut kendati Amerika Serikat menerapkan bea masuk produk China senilai US$ 200 miliar awal pekan ini.
Jumat (21/9), rupiah di pasar spot menguat 0,22% menjadi Rp 14.817 per dollar Amerika Serikat. Versi kurs tengah Bank Indonesia, rupiah juga menguat 0,10% ke level Rp 14.824 per dollar AS.
Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro melihat, pengaruh perang dagang AS-China terhadap pasar keuangan emerging market mulai pudar. Antisipasi yang dilakukan Indonesia juga mulai berdampak positif bagi rupiah. "Asing pun mulai masuk ke pasar obligasi Indonesia," kata dia kepada KONTAN, akhir pekan lalu.
Direktur Garuda Berjangka Ibrahim menambahkan, perdamaian di Semenanjung Korea turut menenangkan mata uang kawasan Asia. Komitmen BI untuk menjaga rupiah menambah sentimen positif bagi rupiah.
Hari ini, Ibrahim memprediksikan, rupiah cenderung menguat dan bergerak 14.730-14.840 per dollar AS. Proyeksi Satria, rupiah bergerak dalam kisaran 14.730-14.790 per dollar AS.
Proyeksi Bursa
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Pekan ini, fokus pasar akan tertuju pada rapat Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) serta Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.
Jumat (21/9), IHSG berakhir di level 5.957.74, menguat tipis 0,44% dibanding dengan level penutupan satu hari sebelumnya. Dalam sepekan, IHSG menguat 0,45%.
Analis Anugerah Sekuritas Indonesia Bertoni Rio menilai, penguatan rupiah menjadi faktor utama pendorong IHSG pada perdagangan pekan lalu.
Sebagai gambaran, akhir pekan lalu nilai tukar rupiah ditutup di level Rp 14.817 per dollar AS.
Pasar saham juga bergairah tersulut pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) sejumlah emiten baru. Pencatatan saham perdana di bursa menambah volume transaksi dan likuiditas di pasar saham.
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher Jordan menambahkan, pelaku pasar mulai melihat fluktuasi pasar reda sehingga turut menguatkan IHSG. "Pasar global mulai kondusif dan nilai rupiah juga menguat sehingga memicu optimisme investor dan mendorong penguatan IHSG," tulis Dennies dalam riset yang dirilis Jumat (21/9).
Meski begitu, secara teknikal, Dennies memprediksikan IHSG bisa melemah di awal perdagangan pekan ini. Indikator candlestick membentuk doji setelah kenaikan berturut-turut. Sinyal tersebut mengindikasikan IHSG berpeluang terkoreksi.
Prediksi Dennies, IHSG akan bergerak dalam rentang 5.936-5.976. Sementara, proyeksi Bertoni, IHSG bergerak di rentang 5.880-6.067.
HARGA KOMODITAS (23/9/2018) Indeks Saham Kurs Rupiah
Komoditi Satuan Pasar Sebelum Penutupan
Nama Indeks ?% Mata Uang Kurs ?%
Emas $/Troy Oz Comex 1.295,84 1.284,50 -11,34 KOMPAS100 1.214,78 0,54 USD 14.824,00 0,10
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rupiah_20180813_021010.jpg)