POWR Siapkan Dana Buyback Rp 295 Miliar
PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham sebanyak 2% dari seluruh modal
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan rasio kredit terhadap (DPK) perbankan atau loan to deposit ratio (LDR) memperlihatkan kenaikan pada awal kuartal III 2018 lalu. Namun kesempatan perbankan mencari dana non DPK terbuka lebar. LPS menyebutkan, dari sisi loan to funding ratio (LFR) perbankan masih sangat aman.
Dengan hitungan LFR, ada perluasan komponen pendanaan tidak hanya berasal dari DPK. Tapi juga dengan memasukkan sumber pendanaan lain seperti surat surat berharga (SSB). Berbeda dengan LDR cuma menghitung dari DPK .
Perluasan ini memang diharapkan memberikan ruang yang lebih besar dalam penyaluran kredit. Batas aman LFR industri perbankan mencapai 92%.
Catatan LPS menunjukan per Juli 2018 posisi LFR secara industri berada di level 85,65%. Data ini menurun sebanyak 394 basis poin (bps) dari posisi Juli 2017 sebesar 89,59%. "Bagi bank yang tingkat LDR tinggi, mereka harus cari dana tentunya untuk pembiayaan kredit. Bisa dari surat berharga maupun money market (pasar uang)," ujarnya kepada KONTAN.
Dana dari PUAB
Manajemen Bank Tabungan Negara (BTN), mengakui kondisi LFR maupun LDR perseroan ini memang lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri perbankan. Direktur Keuangan BTN Iman Nugroho Soeko mengatakan kondisi LFR perseroan saat ini berada di kisaran 104% pada awal kuartal III 2018.
Salah satu alokasi pendanaan yang kerap dilakukan BTN. Antara lain masuk ke pasar uang antar bank (PUAB). Iman menyebutkan hingga per Minggu (16/9), jumlah penempatan dana BTN di PUAB mencapai Rp 1,7 triliun dengan pinjaman mencapai
Rp 490 miliar.
Sementara Direktur Utama Bank Mayapada Hariyono Tjahjarijadi menuturkan pada awal kuartal III 2018 posisi LFR perseroan ini stabil di kisaran 89% sampai 90%.
Hariyono menambahkan, likuiditas tersebut sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan ekspansi perseroan. Mayapada dapat dana juga yang berasal dari penerbitan saham baru (rights issue) dan obligasi subordinasi pada bulan Oktober nanti. (Intan Nirmala Sari/Galvan Yudistira/Marshall Sautlan )
LFR Perbankan
Konvensional
Juli '17
Juli '18
growth
Syariah
Juli '17
Juli '18
growth
BUKU I
71,67%
76,77%
510 bps
BUKU I
87,22%
77,49%
-973 bps
BUKU II
83,20%
82,50%
-70 bps
BUKU II
82,74%
77,75%
-499 bps
BUKU III
96,60%
89,91%
-669 bps
BUKU III
78,58%
76,51%
-207 bps
BUKU IV
87,55%
84,39%
-316 bps
Industri
90,00%
85,65%
-394 bps
Sumber : Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)