Tak Lagi Berkembang, Benarkah Ini Jadi Alasan Path Segera Ditutup?
Dalam waktu dekat ini, jejaring sosial Path menyatakan layanannya akan segera dihentikan.
"Dia enggak ada fitur tambahan untuk mengantisipasi datangnya Snapchat dan berkembangnya Instagram. Apalagi Instagram sudah semakin seperti Snapchat, kan. Ya sudah, susah," ujar Nukman.
Jadi bukan hal yang aneh ketika sekarang keberadaannya mulai ditinggalkan. Path tidak lagi memiliki keunggulan jika disandingkan dengan media sosial lainnya.’
"Keunggulan utama Path itu kan 150 teman akrab, itu saja," kata Nukman.
Namun, hal itu sudah tidak ada lagi. Nukman menyebut, tutupnya Path murni karena aplikasi itu sudah ditinggalkan para penggunanya.
"Ini sudah enggak ekonomis lagi. Sudah enggak sanggup lagi," ujarnya.
Personal
Di awal kehadirannya, Path hadir dengan menawarkan diferensiasi yang menarik. Posisinya sebagai sebuah media sosial yang bersifat sangat personal berbeda dengan para pesaingnya saat itu, Facebook dan Twitter.
Hal itu didasarkan pada sebuah teori psikologi yang menyatakan seorang individu hanya bisa berteman dekat dengan sejumlah orang yang terbatas, yakni maksimal 150 orang.
Path hadir dan menjadi jawaban atas kelemahan Facebook yang batasan pertemanannya begitu longgar. Sebuah akun di Facebook bisa memiliki teman hingga 5.000 akun. Padahal, hanya segelintir kecil akun yang dikenali dengan baik.
"Ketika Path datang itu disambut meriah, karena orang butuh bebas bicara, bebas ngobrol hanya dengan 150 orang tanpa mengganggu yang lain," kata Nukman.
"Ya itu bagusnya, ketika itu muncul heboh kan, banyak yang pindah ke sana," tuturnya.