Dikejar Rentenir Hingga Memohon di PLN, Berikut Kisah Para Kepsek yang Dana Bos nya Belum Cair
Untuk menggerakkan kegiatan belajar mengajar di sekolah, sejumlah kepsek terpaksa ngutang.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Indry Panigoro
TRIBUN MANADO.CO.ID, MANADO - Sebagian besar SD, SMP dan SMA di Manado belum bisa menikmati dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan tiga tahun ini.
Untuk menggerakkan kegiatan belajar mengajar di sekolah, sejumlah kepsek terpaksa ngutang.
Kepsek salah satu SMP di Manado mengaku terus menerus diburu rentenir.
"Dia terus menagih utang, tapi saya belum punya uang, dana BOS belum cair, " kata dia.
Jikapun dana BOS cair, ia masih harus tetap merogoh kocek.
Penyebabnya rentenir mematok bunga hutang yang tinggi.
"Bunganya mencapai 20 persen, ya terpaksa bunganya bayar pakai uang gaji saya, " kata dia.
Kepsek lainnya yang tak mau identitasnya disebut mengaku terpaksa memohon ke PLN agar listrik di sekolahnya tidak dicabut.
Sudah beberapa bulan listrik di sekolah itu nunggak akibat dana bos belum tersedia.
"Saya sampai meneteskan air mata saat memohon, " bebernya.
Sebenarnya ada cara lain yang bisa ditempuh yakni partisipasi orang tua berdasarkan kesepakatan.
Namun pihaknya enggan memakai cara itu karena rawan dibidik ombudsman.
'Pasti dibilang pungli," kata dia.
Seorang Kepsek SD sibuk mencari pinjaman sana sini untuk memberangkatkan anak didiknya mengikuti lomba nasional.
Ia melakukan itu dengan menanggung malu.
"Saya tak pernah berhutang sebelumnya, tapi saya tak tega
melihat siswa saya yang punya bakat dan tekat kuat tidak berangkat karena sekolah tak punya uang, " kata dia.