Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Demi Baitullah, Tutup Mata Rupiah

Nilai tukar rupiah yang terus tertekan belum terlalu memberikan dampak untuk bisnis umrah. Lihat saja di biro umrah PT Khazzanah Al-Anshary.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kontan
Rupiah 

Wakil Perkumpulan DPLK Nur Hasan Kurniawan mengatakan, kinerja moncer industri tersebut tak lepas dari kebijakan Bank Indonesia (BI) telah mengerek bunga acuan.

Kebijakan tersebut turut dinikmati industri DPLK lantaran porsi investasi di deposito terbilang jumbo.

Sampai Juli 2018, total investasi DPLK sebesar Rp 78,65 triliun. Dana tersebut ditempatkan di pasar uang sebesar 62%, obligasi dan sukuk 31%.

Lalu saham dan reksadana masing-masing 3,78% dan 3,53%. "Kami rasa proyeksi return 7% sampai akhir tahun 2018 masih on track dan optimistis bisa tercapai," kata Nur Hasan.

Target tersebut didorong rencana BI kembali mengerek bunga acuan lagi di tahun 2018. Ini akan menjadi katalis pendorong imbal hasil pelaku industri. Sementara, pelemahan rupiah saat ini tak akan berdampak signifikan pada pergerakan investasi pelaku DPLK.

"Sampai akhir 2018 sepertinya portofolio investasi tak akan berubah banyak," jelas Nur Hasan. Padahal asosiasi mendorong anggota beralih investasi ke saham sesuai dengan jangka panjang.

Sementara imbal hasil DPLK Syariah Muamalat hingga Juli 2018 minus. Padahal perusahaan ini menargetkan bisa meraih imbal hasil 8% di akhir 2018.

Strategi penempatan investasi DPLK Syariah Muamalat juga terhitung konservatif. Menghadapi gejolak pasar, Pelaksana Tugas Pengurus DPLK Syariah Muamalat Sulistyowati bilang akan mengalihkan ke instrumen yang cenderung aman seperti deposito 50%, sukuk 40% sisanya saham dan reksadana 10%.

Return DPLK Indolife sudah menyentuh 4,5% sampai Agustus 2018. Pelaksana Tugas Pengurus Harry Poerwanto mengatakan, pencapaian ini mendekati target DPLK Indolife. Sampai akhir 2018, Indolife Pensiontama menargetkan return 7%, naik dari 2017 sebesar 6%.

Adapun portofolio investasi DPLK Indolife ditempatkan pada keranjang deposito sebesar 87,42%, sedangkan sisanya lagi obligasi 12,58%. Harry menyebut, racikan investasi terhitung konservatif.

 

Ilustrasi KPR
Ilustrasi KPR (www.shutterstock.com)

SMF Kerek Plafon KPR ke Multifinance

PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menaikkan plafon pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) kepada mitra multifinance. SMF berharap. dapat meningkatkan penyaluran pembiayaan lebih banyak secara bertahap.

Direktur SMF Heliantopo mengatakan, semula plafon pembiayaan sebesar Rp 350 juta kini bertambah menjadi Rp 500 juta. Kenaikan plafon ini lantaran permintaan dari industri multifinance.

Heliantopo mengatakan, kontribusi pembiayaan KPR dari multifinance baru 2%. Sementara total nominal penyaluran pembiayaan KPR hingga Juni 2018 sebesar Rp 4,34 triliun. "Sebetulnya kebutuhan mereka masih di atas plafon itu (Rp 500 juta), tapi kami masih lihat kondisi lapangan dan berusaha memenuhi itu. Bisa dinaikkan lagi, tapi secara bertahap," kata Heliantopo, Senin (10/9).

Nilai plafon Rp 500 juta dinilai sudah sesuai pertimbangan dan masuk kriteria menengah ke bawah. Sementara jika nilai Rp 350 juta, terasa cukup kesulitan mencari perumahan dengan harga sebesar itu di Jabodetabek.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved