Terkuak, Kisah di Balik 'Kudeta' Terhadap Mantan PM Australia Malcolm Turnbull
Dalam periode "satu minggu yang menegangkan" di akhir Agustus 2018, para pendukung Peter Dutton sering memasuki kantor politisi Partai Liberal
Menteri Urusan Kabinet Mathias Cormann, salah satu mendukung Dutton, mengatakan taktik Malcolm Turnbull menjelang pemilihan itu justru menambah tekanan bagi rekan-rekannya.
"Tak ada salahnya meyakinkan satu sama lain. Namun harus dilakukan dengan sopan dan terhormat," katanya kepada Sky News.
Beberapa pendukung Dutton lainnya, termasuk Andrew Hastie, Michael Sukkar, James Paterson, Zed Seselja, Tony Pasin dan Jonathon Duniam, membantah terlibat bullying.
Senator Seselja mengaku tidak melihat adanya bukti intimidasi, namun tidak menepis tuduhan itu.
Isu perempuan di Partai Liberal
Partai Liberal telah lama bermasalah dalam isu perempuan. Namun politisi perempuan di partai ini enggan membicarakannya.
Julie Bishop yang tergeser dari posisi sebagai Wakil Ketua Partai Liberal, pekan ini menyatakan, jumlah politisi perempuan di partainya yang tak sampai 25 persen itu tidak dapat diterima.
Dia mengatakan adanya perilaku buruk di kalangan rekan politisi lainnya yang ditunjukkan selama "kudeta" tersebut.
Namun pandangannya ini dibantah politisi perempuan lainnya di Partai Liberal.
Baca: Presiden Jokowi Titip Perlindungan TKI ke Perdana Menteri Malaysia
Senator Concetta Fierravanti-Wells misalnya, membantah adanya intimidasi tersebut. Begitu juga politisi Liberal lainnya, Helen Kroger, yang mengatakan politik memang bukan untuk semua orang.
Saat ini hanya 22 perempuan dari 106 politisi Partai Koalisi Liberal dan Nasional di Australia. Dalam pemilu mendatang, jumlah ini bahkan dipastikan menurun.
Artikel Ini Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul “Kisah di Balik "Kudeta" terhadap Mantan PM Australia Mulai Terkuak”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/berbincang_20180831_231126.jpg)