Perang Dagang dan Dollar AS Menopang Olympic
PT Cahaya Sakti Multi Intraco, atau yang lebih dikenal Grup Olympic hampir bisa memastikan jika capaian penjualannya hingga
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Passpod merupakan perusahaan inkubator BEI pertama yang akan melantai di bursa. Salah satu layanan unik Passpod adalah penyewaan modem bagi wisatawan yang berpergian ke luar negeri.
Rencananya, Passpod akan melepas sebesar 34% sahamnya kepada publik. "Kami berharap bisa memperoleh pendanaan antara Rp 40 miliar hingga Rp 50 miliar dari aksi korporasi ini," kata Hiro Whardana, Direktur Utama Passpod, saat ditemui KONTAN, Selasa (4/9).
Perusahaan ini akan IPO menggunakan buku April 2018. Dengan demikian, Passpod harus sudah memperdagangkan sahamnya di bursa efek paling lambat pada awal kuartal keempat mendatang. Passpod udah menunjuk Sinarmas Sekuritas menjadi penjamin pelaksana emisi.
Nantinya, Passpod akan menggunakan dana hasil IPO untuk ekspansi. Sebesar 70% dari dana yang diperoleh digunakan untuk melakukan pengembangan serta memenuhi kebutuhan pendanaan research & development pada aplikasi Passpod.
Menurut Hiro, ada beberapa hal akan dilakukan untuk mengembangkan aplikasi serta infrastruktur pada Passpod. Namun ia tak merinci rencana pengembangan tersebut.
Sisa dana IPO juga dialokasikan untuk modal kerja.Usai IPO, Passpod berencana menambah layanan dan memperluas kerjasama dengan beberapa pihak di luar negeri.
Hiro menyebut, salah satu tujuan IPO adalah agar perusahaan bisa merambah pasar internasional. "Perusahaan yang sudah tercatat di pasar modal lebih mudah masuk ke pasar regional," ungkap dia.
Tahun depan, Passpod berencana merambah pasar regional. Pasar yang dibidik yaitu Vietnam, Myanmar, Singapura dan Malaysia. Selain itu, perusahaan ini juga tengah mempertimbangkan untuk merambah pasar Hongkong dan Filipina.
ACES Bersiap Buka Dua Ace Express
PT Ace Hardware Indonesia Tbk akan menambah dua gerai Ace Express lagi tahun ini. Hingga Agustus 2018, mereka sudah membuka tiga Ace Express.
Sebagai perbandingan, gerai regular Ace Hardware rata-rata memiliki luas 1.500 meter persegi (m²). Sementara luas gerai Ace Express sekitar 1.000 m².
"Ace Express itu berbeda dari segi ukuran saja, segmen yang dituju sama," ujar Helen Tanzil, Sekretaris Perusahaan PT Ace Hardware Indonesia Tbk kepada KONTAN, Selasa (4/9).
Dalam catatan pemberitaan KONTAN, biaya investasi gerai Ace Hardware mencapai Rp 5 miliar per m². Sementara sepanjang tahun ini, perusahaan tersebut mengalokasikan dana belanja modal alias capital expenditure (capex) Rp 200 miliar untuk ekspansi gerai.
Target ekspansi Ace Hardware tak hanya berkutat di lokasi yang sudah dirambah. Perusahaan yang tercatat dengan kode saham ACES di Bursa Efek Indonesia tersebut juga ingin hadir di lokasi-lokasi baru.
Dari Januari hingga Agustus 2018, Ace Hardware menambah 15 gerai baru. Kalau tak meleset, perusahaan tersebut bakal mengoperasikan sekitar 154 gerai hingga tutup tahun nanti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-dollar-as_20180119_184658.jpg)