Aktivis Ini Beber Kehidupan Kaum LGBT di Manado, Tomohon dan Bitung
salah satu aktivis membeber, kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) kerap mengalami kekerasan.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Aldi Ponge
Baginya Yesus adalah seorang aktivis kemanusiaan pembela kaum yang terhina.
"Saya sendiri berserah jika Memang Tuhan tak menerima saya, tapi saya tetap melayani, pelayanan saya kini adalah memberdayakan kaum LGBT," beber dia.
LGBT disabilitas
Sera (bukan nama sebenarnya) bernasib lebih buruk. Selain LGBT, ia juga disabilitas.
"Saya sering dihina, dibilang banci cacat, sepertinya seluruh dunia membenci saya," kata dia.
Penolakan masif membuat Sera tak mau sekolah. Ia pun enggan keluar rumah. "Saya hanya mengunci diri dalam kamar," kata dia.
Beberapa kali ia nyaris bunuh diri. Satu yang menguatkan Sera adalah dorongan orang tua.
Kedua orang tuanya menerima apa adanya kondisi sang anak. "Dari jatuh saya bangkit, ikut komunitas, " kata dia.
Dalam komunitas ia menggali bakatnya. Ketahuan ia punya minat dalam dunia tulis menulis.
Ia ingin suatu hari menulis novel tentang kisahnya itu.
Baca: Kebiasaan Buruk yang Menjengkelkan Berdasarkan Zodiak, dari Suka PHP Hingga Pelupa
Dona, gay lainnya harus melupakan cita citanya menjadi seorang pekerja.
Dirinya terpaksa berhenti sekolah gara gara tak tahan dipersekusi.
Padahal ia termasuk murid berotak encer. "Saya tak tahan selalu diledek, " kata dia.
Sebut Dona, saat bersekolah di sd, rumahnya hanya berjarak 15 meter dari sekolah.
Namun perjalanan ke sekolahnya memakan waktu hampir setengah jam.
"Karena dia tidak mampu melawan ledekan dari para tetangganya hingga memilih jalan yang lebih jauh," kata dia.
Baca: 10 Sindikat Mafia Paling Terkenal di Dunia, Pembunuh Bayaran Hingga Perdagangan Narkoba
Sekolah baginya adalah sebuah siksaan karena musti menghadapi persekusi murid dan guru.
Tak tahan, ia pun berhenti sekolah.
"Saya terpaksa melepaskan cita cita menjadi pekerja handal," ujarnya.
Untuk menyambung hidup, ia terpaksa kerja serabutan.
Pernah ia mangkal di pusat kota.
"Kalau tidak demikian kami mau makan apa," kata dia.
Saat mangkal itu, dirinya pun berakting. Ia selalu menebar senyum.
Baca: 5 Fakta Menarik dari Kota Paling Utara di Bumi
Seperti terlihat tak pernah dirundung sedih.
"Padahal sepulang dari sini saya menangis, berurai airmata, " kata dia.