Proyeksi IHSG: Masih Kuat Reli
Meski sempat tertekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan reli tiga hari beruntun. Rabu (29/8), indeks
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Total Bangun Persada terpaksa menurunkan target kinerja karena menemui kendala perizinan di tiga proyek yang ditangani. Alhasil, nilai pekerjaan dari proyek-proyek tersebut tak akan bisa mereka catatkan pada kolom pendapatan tahun 2018.
Lokasi ketiga proyek Total Bangun tersebar. "Proyek yang eksekusinya mundur itu ada di wilayah Slipi Jakarta, satu proyek di daerah Tendean dan satu lagi proyek joint operation," beber Mahmilan S. W., Sekretaris Perusahaan PT Total Bangun Persada Tbk di Jakarta, Rabu (29/8).
Meskipun target pendapatan tahun ini menyusut, Total Bangun tetap memegang target awal perolehan kontrak baru. Perusahaan yang tercatat dengan kode saham TOTL di Bursa Efek Indonesia tersebut, masih yakin mampu menggenapi seluruh target kontrak baru sebesar Rp 4 triliun.
Sampai Agustus 2018, Total Bangun mendekap kontrak baru senilai Rp 2,6 triliun. Akumulasi kontrak baru per Agustus tersebut bertambah Rp 1,66 triliun kalau dibandingkan dengan capaian per semester I yang sebesar Rp 936 miliar. Beberapa proyek yang baru saja mereka dapatkan seperti Trans Icon di Surabaya, proyek interior Sequis Tower di Jakarta dan Gedung Binus di Malang.
Adapun saat ini, Total Bangun sedang mengikuti sejumlah tender proyek swasta dengan total nilai Rp 9,57 triliun. Perinciannya terdiri dari 35% klien bisnis berulang dan 65% klien bisnis baru.
Tiga tender proyek dengan nilai terbesar meliputi apartemen senilai Rp 3,88 triliun dan perkantoran Rp 1,85 triliun. Satu lagi tender proyek gede yang mereka ikuti yakni pembangunan kawasan terpadu atawa mixed use senilai Rp 1,95 triliun.
Manajemen Total Bangun memastikan, ke depan sektor konstruksi gedung bertingkat masih akan menjadi fokus bisnis. Mereka belum kepincut merambah pengembangan sektor lain seperti properti atau infrastruktur.
Meskipun sejatinya Total Bangun sudah memiliki anak usaha khusus di bidang properti dan mengoleksi lahan di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten. "Bisnis properti masih lesu jadi kami belum mau masuk ke sana," tutur Mahmilan.
Dina Mirayanti Huturuk
Premi Asuransi Kendaraan Tumbuh 9%
Pasar kendaraan bermotor masih mencatatkan pertumbuhan positif di tahun ini. Pelaku usaha asuransi umum pun ikut menikmati berkah ini. Sebab, bisnis asuransi kendaraan yang dijalankan pemain di sektor ini ikut terkerek.
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, perolehan premi selama enam bulan pertama tahun ini, mencapai Rp 9,2 triliun. Angka tersebut naik 9% dibanding dengan periode sama di tahun lalu, sebesar Rp 8,4 triliun.
Menurut Direktur Eksekutif AAUI Dody AS Dalimunthe, perkembangan pasar otomotif masih jadi faktor utama dari laju bisnis asuransi kendaraan.
Pertumbuhan premi masih berkolerasi dengan tren penjualan kendaraan yang ada di pasar. "Pertumbuhan premi lini bisnis ini didukung penjualan kendaraan yang meningkat di semester I-2018 dan kredit kepemilikan kendaraan," kata dia, kemarin.
Pasar produk otomotif memang menunjukkan tren positif di tahun ini. Angka penjualan sepeda motor, misalnya, meningkat 11,2% secara tahunan menjadi tiga juta unit hingga pertengahan tahun 2018. Sementara penjualan mobil juga tumbuh 3,7% menjadi 553.779 unit kendaraan.
Masih menjadi andalan
Kenaikan pasar kendaraan bermotor tak lepas dari pertumbuhan ekonomi yang positif di tahun ini. Ditambah tren perbaikan harga komoditas yang mengerek daya beli di daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/indeks_20180310_002631.jpg)