Komisaris AISA Siap Menggelar RUPSLB Oktober
Komisaris PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) siap gelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mencari
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Komisaris PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) siap gelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mencari Direksi perusahaan yang baru. RUPSLB rencananya akan digelar Oktober mendatang.
Komisaris Utama AISA Anton Apriyantono mengungkapkan, percepatan pelaksanaan RUPSLB merupakan langkah yang diambil dewan komisaris dalam menekan dampak dari kisruh yang terjadi di internal AISA.
"Yang bisa kita lakukan adalah segera melaksanakan RUPSLB. Hal tersebut sudah disiapkan dan sudah disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Mungkin sekitar Oktober," kata Anton usai menemui BEI.
Anton menjelaskan, dalam RUPSLB Oktober, akan ada dua agenda utama yang akan dibahas. Pertama, penjelasan dari direksi lama kepada publik mengenai prestasinya selama ini. Demikian juga untuk menjawab berbagai hal yang menjadi pertanyaan publik.
Kedua, agenda terkait komposisi pengurus baru. Anton mengungkapkan saat ini memang belum ada calon direksi baru, sebab segala sesuatunya harus dikompromikan dengan semua pihak yang berkepentingan.
Ia menambahkan, yang menjadi permasalahan selama ini adalah, obligator dan kreditur sudah tidak percaya lagi dengan kepengurusan yang sekarang. Hal ini menurutnya menyebabkan deadlock di dalam tubuh perusahaan.
Penggantian pengurus, dikatakan Anton merupakan keinginan pemegang saham, karena ada ketidaksesuaian pada laporan keuangan, dimana ada banyaknya piutang yang tak tertagih. Sejatinya jika piutang dapat dicairkan, dananya dapat digunakan untuk pembayaran utang.
Untuk itu, Komisaris AISA tengah mengupayakan agar piutang AISA dapat segera dibayarkan. Setelah itu, AISA bisa melakukan restrukturisasi.
Namun, penyelenggaraan RUPSLB oleh dewan komisaris AISA Oktober mendatang belum tentu juga dapat terwujud. Sebab, semuanya tergantung pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK, Fahri Hilmi menyatakan keputusan rapat Komisari AISA harus disampaikan ke OJK. "Jika dewan komisaris mau menggelar RUPS lagi, itu juga harus disampaikan terlebih dahulu ke kami (OJK)," ujar Fahri.
Penerbitan MTN Tetap Membludak
Penerbitan surat utang jangka menengah alias medium term notes (MTN) masih positif kendati kondisi pasar obligasi Indonesia diliputi ketidakpastian.
Berdasarkan data PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), hingga akhir Juli 2018, jumlah MTN yang diterbitkan mencapai Rp 16,99 triliun.
Posisi ini meningkat 119,79% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 7,73 triliun. Bahkan angka tersebut juga kian mendekati emisi penerbitan MTN pada akhir 2017 yang sebanyak Rp 21,60 triliun.
Memasuki bulan Agustus, penerbitan MTN pun masih marak. Merujuk data Kustodian Sentra Efek Indonesia, ada tujuh MTN yang telah diterbitkan sepanjang bulan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bursa-efek-indonesia_20180731_132534.jpg)