Bank Mengejar Target Pendapatan Non Bunga hingga Akhir Tahun
Kalangan perbankan masih merumuskan strategi untuk menjaga pendapatannya selama tahun ini. Jurus menaikkan suku bunga
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kalangan perbankan masih merumuskan strategi untuk menjaga pendapatannya selama tahun ini. Jurus menaikkan suku bunga dinilai cukup rumit mengingat situasi ekonomi dalam negeri yang masih belum membaik.
Nah, salah satu strategi bankir untuk menjaga pertumbuhan isi brankasnya adalah menyuburkan pendapatan non bunga. Para bankir optimistis pendapatan non bunga bisa mengalami pertumbuhan cukup tinggi.
Pendapatan non bunga sampai akhir 2018 diharapkan bisa tumbuh di atas 20% secara tahunan atau year on year (yoy).
Iman Nugroho Soeko Direktur BTN menuturkan, ada beberapa bisnis yang berkontribusi terhadap kenaikan fee based seperti biaya admin dan wealth manajemen.
"Penjualan sukuk, ORI dan bancaasurance juga merupakan salah satu sumber fee based yang cukup besar," kata Iman.
Secara umum bisnis transaksi BTN menyumbang fee based cukup tinggi dibandingkan dengan non transaksional banking. BTN mengatakan fee based diharapkan bisa menjadi salah satu sumber pendapatan alternatif bank.
BTN mencatat pendapatan non bunga sampai Juni 2018 sebesar
Rp 981 miliar.
Angka ini setara kenaikan sebesar 24,09% yoy.
Sementara Vera Eve Lim Direktur Keuangan BCA bilang salah satu sumber fee based dari BCA adalah transaksi perbankan.
Sebagai gambaran saja, sampai Juni 2018 pendapatan fee dan komisi BCA mencapai Rp 7,7 triliun, lebih tinggi daripada hasil di periode sama tahun lalu, yaitu Rp 7,04 triliun.
Sebagian besar fee based di semester satu, yang nilainya Rp 5,5 triliun, merupakan fee dan komisi. Lalu, pendapatan senilai Rp 2,2 triliun berasal dari keuntungan dari trading dan forex.
Tidak jauh berbeda, Ferry Koswara, Direktur Bank of India Indonesia mengatakan fee based memang menjadi pilihan terbaik di saat era bunga naik.
Bank kecil perlu mencari cara selain menaikkan bunga kredit. "Kami antisipasi dengan meningkatkan fee based income, efisiensi biaya dan meningkatkan dana murah," tutur Ferry.
Efek Bunga Naik, NIM Bank Tergerus
Tren suku bunga yang terus meningkat bakal mempengaruhi bisnis perbankan. Salah satu imbas terpenting, bank harus merasakan margin bunga bersih alias net interest margin (NIM) sedikit tergerus.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Statistik Perbankan Indonesia (SPI) per Juni 2018, menyatakan, posisi NIM perbankan di level 5,11%. Kendati masih terbilang tinggi, posisi ini menurun dari pencapaian di Juni 2017, yang sebesar 5,35%.