Renungan Minggu

Memberi Persembahan Sebagai Tanggung Jawab Iman

Ketika kita memberi persembahan, maka pemberian itu harus dilandasi dengan ketulusan dan kejujuran.

Memberi Persembahan Sebagai Tanggung Jawab Iman
ISTIMEWA
Pdt Rinneke Lagurue-Maramis MTh 

Renungan Minggu oleh:
Pdt Rinneke Lagurue-Maramis MTh
Seorang Pendeta di suatu gereja

Ulangan 26:1-11

BAPAK, ibu, saudara-saudara yang dikasihi dan diberkati Tuhan, salah satu bentuk pengungkapan syukur kita kepada Tuhan Allah yang adalah sumber segala berkat, yaitu memberi persembahan.

Ketika kita memberi persembahan, maka pemberian itu harus dilandasi dengan ketulusan dan kejujuran.

Juga dengan memahami bahwa kita memberi persembahan, sebagai wujud syukur dan sukacita kita atas kasih, anugerah dan berkat Tuhan, yang sudah Dia berikan dalam hidup kita, dan ini menunjukkan bahwa kita tidak melupakan Tuhan sebagai pemberi berkat.

Dalam kitab Ulangan 26:1-11, menyatakan tentang salah satu ketetapan Tuhan Allah bagi kehidupan umatNya Israel, ketika mereka telah masuk dan tinggal di negeri yang dijanjikan Allah yaitu Kanaan.

Melalui Musa, maka Allah mengingatkan umatNya, untuk mempersembahkan hasil pertama dari segala usaha mereka.

Perintah atau ketetapan Allah ini, bukan untuk kepentingan Allah, tetapi lebih dipahami sebagai bentuk pengucapan syukur kepada Allah atas kemurahanNya yang besar, yang telah membebaskan, menuntun dan menyertai umatNya, keluar dari tanah Mesir, dalam masa pengembaraan bahkan ketika diperkenankan Tuhan untuk masuk di tanah Kanaan.

Umat juga hendak diarahkan untuk memahami bahwa Allah adalah pemberi hidup, Dialah yang menganugerahkan segala yang diperlukan, sehingga ketika umat mempersembahkan hasil pertama mereka di tanah yang diberikan Tuhan Allah kepada mereka, itu merupakan milik Allah, juga sebagai tanda bahwa hanya karena kemurahan dan kebaikan Allah, mereka ada di negeri yang telah dijanjikan oleh Allah. Karena itu, Allah juga menetapkan bagaimana seharusnya persembahan itu diberikan.

Persembahan itu harus ditaruh didalam bakul, kemudian bakul itu diserahkan kepada Imam, menunjukkan bahwa (Israel telah memiliki negeri itu sesuai dengan janji Allah).

Sesudah itu, ada ungkapan doa yang isinya hendak mengingatkan kembali karya-karya agung Allah, yang berkenan membebaskan umatNya dari perbudakan di Mesir, bahkan yang telah menunjukkan kasih setiaNya dan rahmatNya yang besar, sehingga umat Israel memasuki negeri Kanaan yang berlimpah susu dan madunya dengan penuh selamat.

Kebaikan-kebaikan Allah yang sungguh dahsyat ini, menjadi perenungan bagi umat Israel, yang harus diwujudkan dalam bentuk pemberian persembahan kepada Allah.

Bapak, ibu, saudara-saudara yang dikasihi dan diberkati Tuhan, Wujud dari ketaatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan Allah yang hidup, adalah ketika dengan penuh ketulusan dan kejujuran, kita melakukan segala yang dikehendaki oleh Allah.

Kita belajar dari kehidupan umat Israel dimasa lampau. Allah sendiri yang memberikan aturan atau ketetapanNya kepada umat Israel untuk memberikan persembahan dari hasil pertama usaha mereka di negeri yang diberikan oleh Tuhan Allah.

Dengan terus mengingat karya selamat Allah dalam perjalanan dan perjuangan hidup umat.

Demikianlah juga dengan kita sebagai gereja Tuhan, umat Allah yang ada sekarang ini.

Dalam perjalanan dan perjuangan hidup kita, tidak sedikit kasih sayang Tuhan, kebaikan Tuhan, kemurahanNya dan anugerahNya kita terima dan alami.

Sehingga sangatlah beralasan apabila kita terpanggil untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan.

Melalui persembahan-persembahan yang kita berikan, apakah itu persembahan syukur HUT, Persepuluhan atau persembahan-persembahan syukur lainnya.

Dan pemberian kita, tidak dilandaskan pada pemahaman, “kalu kaseh banyak, pasti ley lebeh dari itu tu mo dapa”, akan tetapi karena “Tuhan Allah, Dialah pemberi hidup, sukacita dan berkat.”

Bahkan ketika kita memberi dengan penuh sukacita, maka sesungguhnya tidak ada yang hilang atau yang berkurang dalam hidup kita, justru kita semakin kaya didalam iman kepada Allah sumber segala berkat.

Dengan demikian saudara-saudaraku, ketika kita memberi persembahan, itu bukanlah beban, melainkan wujud tanggung jawab iman kita kepada Allah, karena Dialah yang telah mencurahkan berkat lewat usaha, kerja bahkan pelayanan kita.

Sehingga yang terbaiklah yang harus kita persembahkan.

Amin.

(Tribunmanado.co.id/Andrew Pattymahu)

Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: Alexander Pattyranie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved