Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

The Fed Naikkan Suku Bunga: Trump Tuduh China-Eropa Menipulasi Yuan-Euro

Pada Senin (20/8/2018), Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya tidak senang dengan Pimpinan The Federal

Editor: Lodie_Tombeg
Kompas.tv
Donald Trump 

TRIBUNMANADO.CO.ID, WASHINGTON - Pada Senin (20/8/2018), Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya tidak senang dengan Pimpinan The Federal Reserve Jerome Powell karena menaikkan suku bunga acuan.

Pada kesempatan yang sama, Trump juga menuding China dan Eropa memanipulasi mata uang mereka masing-masing.

Trump berpendapat, the Fed seharusnya mengeluarkan kebijakan yang lebih akomodatif.

"Saya tidak senang dengan kebijakan kenaikan suku bunganya, tidak. Saya tidak senang," kata Trump dalam sebuah interview dengan Reuters, yang mengacu kepada Powell.

Trump menunjuk Powell pada tahun lalu untuk menggantikan mantan Pimpinan The Fed Janet Yellen.

 
Dalam beberapa dekade terakhir, presiden Amerika jarang mengkritik the Fed karena independensi bank sentral dinilai sangat penting bagi stabilitas perekonomian.

Pasca pernyataannya tersebut, pasar saham AS langsung bergerak turun.

Pun demikian dengan posisi dollar terhadap keranjang mata uang dunia.

Pada kesempatan itu, trump juga mengatakan, negara lain mengambil keuntungan dari kebijakan bank sentral AS selama perundingan perdagangan yang pelik.

Namun AS tidak mendapatkan dukungan apapun dari The Fed.

"Kami tengah berupaya keras menegosiasikan perdagangan dengan negara lain.

Kita akan menang. Namun, selama periode ini, seharusnya saya mendapatkan bantuan dari The Fed. Negara lain sangat akomodatif," jelas Trump.

The Fed sudah mengerek suku bunga acuannya sebanyak dua kali pada tahun ini dan diprediksi akan melakukannya lagi pada bulan depan.

"Saya rasa China telah memanipulasi mata uang mereka, itu sudah pasti. Dan saya juga pikir, euro juga dimanipulasi," paparnya.

Saat ini, Trump lebih memprioritaskan untuk mengurangi defisit neraca perdagangan AS.

Kombinasi antara kenaikan suku bunga dan penguatan dollar menimbulkan risiko bagi pertumbuhan ekspor.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved