BI Uji Coba Pembayaran QR
Bank Indonesia (BI) segera mengujicobakan pembayaran uang elektronik berbasis kode Quick Response (QR) kepada 13 perusahaan
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) segera mengujicobakan pembayaran uang elektronik berbasis kode Quick Response (QR) kepada 13 perusahaan di bulan Agustus ini.
Uji coba tersebut, turut mempersiapkan standar sistem dan regulasi terkait kode QR yang akan rampung dalam waktu dekat.
Salah satu uang elektronik,. T-Cash, mengaku sudah siap menerapkan pembayaran dengan kode QR yang sesuai standar BI. CEO T-Cash Danu Wicaksana mengatakan, ke-13 perusahaan rutin melakukan pertemuan secara reguler, tetapi belum ada keputusan final terkait nilai merchant discount rate (MDR).
"Terkait hal itu belum diputuskan, karena masih didiskusikan di tim kerja dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia," kata Danu.
Anak usaha Telkomsel ini akan menerapkan transaksi pembayaran bersama BNI dan PT Artajasa Pembayaran Elektronik. T-Cash sebelumnya memakai teknologi kode QR, yang dipasang untuk transaksi di 10.000 merchant.
PTBA Terlempar dari Daftar MSCI
Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) merosot 14,23% ke posisi Rp 4.160 per saham, kemarin (14/8). Saham PTBA terjun bebas pasca terlempar dari daftar MSCI.
Hasil kocok ulang (rebalancing) MSCI, PTBA dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Indexes bersama dengan saham PT Pelat Timah Nusantara (NIKL). Di sisi lain, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) masuk ke dalam indeks small cap, bergeser dari posisi sebelumnya di MSCI Global Standard Indexes. Daftar baru ini berlaku per 3 September 2018.
Hasil rebalancing MSCI ini tampaknya membuat investor asing angkat kaki dari saham PTBA. Mengutip data RTI, kemarin, aksi jual bersih asing (net foreign sell) sebesar Rp 275,6 miliar di semua pasar.
Liza Camelia Suryanata, analis Henan Putihrai, menuturkan, setelah terlempar dari MSCI, PTBA semakin terpuruk. Terlebih, sebelumnya, harga saham ini sudah mencapai level tertinggi atau all time high. "Sehingga, jadi semakin tertekan di kondisi market saat ini," ujar Liza, Selasa (14/8).
William Hartanto, analis Panin Sekuritas, menyebut, terdepaknya PTBA di luar dugaan. Jika keluar dari MSCI, biasanya akan ada rebalancing satu hingga dua pekan. "Wait and see sampai distribusi asing berkurang, baru beli lagi. Target harga Rp 4.500-Rp 5.000," saran dia.
SAFE Ingin Jadi Operator Bus Kota Berbagai Daerah
Berbekal pengalaman kerjasama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), PT Steady Safe Tbk ingin melebarkan sayap bisnis. Perusahaan itu bercita-cita menjadi operator bus kota di berbagai daerah.
Satu rencana yang sedang Steady Safe kawal adalah menjadi operator bus kota di Payakumbuh, Sumatra Barat. Menurut rencana awal, mereka akan mengoperasikan 60 unit bus listrik seharga Rp 2,8 miliar per unit.
Hanya, realisasi rencana tesebut masih harus menunggu keluarnya regulasi pemerintah. Maklum, pemerintah memang tengah menggodok regulasi kendaraan listrik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bank-indonesia_20180517_173333.jpg)