Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prediksi Pergerakan IHSG: Dipengaruhi Sentimen Global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan terakhir bergerak di zona hijau dengan peningkatan sebesar 1,16% selama sepekan

Editor: Lodie_Tombeg
kontan
Pergerakan IHSG 

 
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan terakhir bergerak di zona hijau dengan peningkatan sebesar 1,16% selama sepekan ke posisi 6.077. Begitu pula kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dalam sepekan juga meningkat 1,19% menjadi sebesar Rp 6.850 triliun hingga penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri mengatakan bahwa besok indeks akan dipengaruhi oleh sentimen global. "Ini kekhawatiran karena adanya perang dagang." kata Hans kepada KONTAN, Minggu (12/8).

Secara teknikal, ia mengatakan, di  akhir pekan lalu, IHSG menguat 11 poin membentuk candle dengan body turun dan shadow di atas serta bawah indikasi konsolidasi melemah.

Level support IHSG dalam perdagangan esok hari berada di level 6.055 hingga 5.994. Sedangkan level resistance dari indeks di awal pekan akan berada di level 6.107 hingga 6.117.

Calon Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo dan Maruf Amin tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018). Selain pasangan Jokowi-Maruf Amin, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada hari Senin 13 Agustus. Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan satu diantara syarat wajib yang diberlakukan KPU bagi capres dan cawapres untuk mengikuti Pilpres mendatang.
Calon Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo dan Maruf Amin tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018). Selain pasangan Jokowi-Maruf Amin, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada hari Senin 13 Agustus. Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan satu diantara syarat wajib yang diberlakukan KPU bagi capres dan cawapres untuk mengikuti Pilpres mendatang. (KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Inilah saham-saham yang terserempet imbas pemilihan presiden

Peta pemilihan presiden tahun 2019 sudah terang benderang. Dua pasangan calon akan berlaga dalam pilpres tahun depan. Yakni petahana Joko Widodo berpasangan dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin. Serta PrabowoSubianto yang menggandeng Wakil Gubernur DKI Jakarta  Sandiaga Uno.

Pilpres kali ini akan dampak tersendiri bagi kegiatan pasar modal Indonesia. Sejumlah saham bakal terpengaruh dengan pesta demokrasi lima tahunan ini. Seperti sektor telekomunikasi, media, konsumsi dan ritel.

Beberapa saham juga terimbas sentimen dari momen politik ini. Seperti saham-saham yang dimiliki Sandiaga Uno. 

Namun, analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra mengatakan saham-saham yang dimiliki Sandiaga Uno seperti PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) cuma akan terkena sentimen jangka pendek dari pilpres 2019 ini.

"Saham-saham itu akan sama seperti saham lain pada umumnya. Mereka hanya akan terkena sentimen jangka pendek terkait pencalonan dari salah satu capres dan cawapres. Tidak ada yang istimewa sebenarnya dari hal ini," jelasnya, Minggu (12/8). Aditya bilang yang patut diperhatikan ialah kinerja bisnis dari masing-masing emiten ke depannya.

Ia  sendiri lebih tertarik dengan saham-saham yang indentik dengan Jokowi seperti sektor kontruksi dan infrastruktur. "Untuk konstruksi, saya lebih tertarik dengan semakin positifnya arus kas operasional perusahaan konstruksi. Hal ini dapat lebih memperkuat kas perusahaan untuk membiayai proyek-proyek ke depannya," kata Aditya.

Ia juga menyatakan bahwa sektor konstruksi cukup menggeliat akhir-akhir ini karena terimbas dari pembayaran pengerjaan proyek yang mulai cukup menghidupkan aliran arus kas operasional perusahaan. "Selain itu, sektor konstruksi juga mencatatkan kenaikan revenue dan laba bersih yang positif selama semester I lalu," imbuhnya.

Ia juga melihat bahwa pasar pun mulai berekspektasi mengenai peluang Jokowi untuk kembali menang pada pilpres tahun depan. "Sebab mereka yakin kebijakan yang dilakukan oleh Jokowi untuk mempercepat infrastruktur yang terlihat dari kenaikan dana alokasi APBN untuk infrastruktur akan kembali terulang di periode II nanti," tandasnya.

Dari sisi saham, Aditya merekomendasikan untuk buy on weakness saham SRTG, dengan target harga jangka pendek di level Rp 3.900 per saham. Untuk ADRO, ia juga merekomendasikan untuk beli dengan target harga hingga akhir tahun di level Rp 2.350 per saham. Sementara untuk NRCA ia menyarankan  trading buy, dengan target harga jangka pendek di level Rp 412 per saham.

Untuk saham WSKT, Aditya bilang, harganya masih cukup murah, saat ini diperdagangkan dengan price earning ratio (PER) 5,12 kali. Lalu PTPP saat ini diperdagangkan di PER 9,1 kali. Pun WIKA pun terbilang menarik, saat ini memiliki  PER 11,8 kali dan .saham ADHI diperdagangkan dengan  PER 10,47 kali.

Bursa saham Dow Jones
Bursa saham Dow Jones (kontan)

Memilih saham-saham lapis dua andalan

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved