Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Review Bursa Saham Arah Bursa Mencari Pola: Rupiah Loyo

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir pekan berhasil menguat 0,19% ke level 6.077,17. Selama sepekan, IHSG cenderung menghijau

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
AFP
pantau saham 

"Diperkirakan masih ada ruang untuk melanjutkan kenaikan," tambahnya.

Bertoni menyarankan untuk saat ini pelaku pasar masih bisa masuk, namun, sebaiknya membeli di harga support. Target harga untuk saham TKIM ada di level Rp 12.600, sementara INKP Rp 15.000. Bertoni juga memprediksi harga akhir tahun untuk TKIM berada di level Rp 25.000 dan INKP Rp 22.000.

Bank Indonesia
Bank Indonesia (kontan)

Review Rupiah Mulai Loyo Lagi

Rupiah kehabisan tenaga di akhir pekan ini. Kemarin, rupiah spot melemah 0,43% ke level Rp 14.478 per dollar Amerika Serikat. Namun, dalam sepekan, posisi rupiah masih terapreasiasi 0,13%.

Serupa, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia pun melejit 0,45% dalam satu minggu. Tapi, kemarin mata uang Garuda ini terkikis 0,10% menjadi Rp 14.437 per dollar AS.

Head of Economic & Research UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja mengatakan, data pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II yang mencapai 5,27% mendorong penguatan di awal pekan. Apalagi, di saat yang sama, indeks dollar AS cenderung turun.

Namun, jelang akhir pekan, dollar AS mulai perkasa setelah lira Turki anjlok hampir 12%, Jumat (10/8). Koreksi lira terjadi akibat konflik diplomasi antara Turki dan AS."Bank-bank besar di Eropa khawatir terhadap eksposur di Turki," kata Enrico.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menambahkan, rencana AS memberikan tarif 25% terhadap US$ 16 miliar produk asal China pada 23 Agustus nanti juga menimbulkan kekhawatiran bagi para pelaku pasar.

Alhasil, Faisyal memprediksi, rupiah pekan depan bergerak di kisaran Rp 14.450-Rp 14.600 per dollar AS. Sedangkan, Enrico memproyeksikan, rupiah ada di kisaran Rp 14.430-Rp 14.530 per dollar AS pada pekan depan. 

BI Pastikan Kondisi Pasar Uang Antarbank Tidak Ketat

Bank Indonesia (BI) memastikan saat ini kondisi pasar uang antar bank (PUAB) tidak ketat. Hal ini tercermin dari suku bunga pasar uang antar bank overnight yang saat ini berkisar 4,9%-5%.

Nanang Hendarsyah, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI mengatakan regulator akan selalu menjaga suku bunga overnight di sekitar suku bunga suku bunga acuan BI yaitu 5,25%.

"Kondisi pasar uang yang tidak ketat juga tercemin dari premi swap antar bank," kata Nanang kepada kontan.co.id, Sabtu (6/8).

Dibandingkan Mei 2018-Juni 2018, premi swap satu bulan saat ini turun ke 4,43% atau bila dihitung implied swap rate-nya di sekitar 6,4%.

Sebagai gambaran saja, sampai Jumat (10/8) suku bunga overnight sebesar 5,05%. Sedangkan suku bunga IndONIA sebesar 5%.

IndONIA (Indonesia Overnight Index Average) merupakan suku bunga yang pasar uang, yang dihitung secara periodik, sebagai referensi penetapan suku bunga pinjaman, harga instrumen keuangan, dan pengukuran kinerja instrumen keuangan.

(Dimas Andi Shadewo/Elisabet Lisa Listiani)

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved