Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Laba Bank Sahabat Sampoerna Tumbuh 23,8%

Bank Sahabat Sampoerna sepanjang semester pertama 2018 membukukan peningkatan laba bersih sebesar 23,8% secara year on year

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
afp
rupiah dan dollar AS 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Bank Sahabat Sampoerna sepanjang semester pertama 2018 membukukan peningkatan laba bersih sebesar 23,8% secara year on year (yoy) menjadi Rp 29,7 miliar dari sebelumnya Rp 23,9 miliar.

Kenaikan laba ditopang oleh pendapatan operasional, terdiri dari pendapatan bunga bersih atau pendapatan operasional lain yang tumbuh 21% yoy menjadi Rp 322,1 miliar per semester I 2018.

Ali Rukmijah, Direktur Utama Bank Sampoerna mengatakan, kenaikan laba bersih tersebut didorong oleh beberapa faktor, di antaranya pertumbuhan kredit dan pengelolaan beban operasional.

Bank Sahabat Sampoerna juga terus menekan perbaikan kualitas kredit serta memaksimalkan peningkatan pendapatan berbasis komisi atau fee based income.

Adapun, hingga akhir Juni 2018 secara konsolidasi Bank Sampoerna telah menyalurkan kredit senilai Rp 6,8 triliun atau tumbuh 12,4% dibandingkan penyaluran kredit di akhir Juni 2017 sebesar Rp 6,1 triliun.

Dari total kredit tersebut, sekitar 80% di antaranya atau senilai Rp 5,5 triliun mengalir ke segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Ke depan kami akan tetap mendukung UMKM. Salah satunya melalui pembiayaan seperti kredit multiguna," ujarnya dalam rilis, Kamis (9/8).

Bank Semakin Agresif Mengembangkan Perbankan Digital

Memasuki era digital, industri perbankan semakin gencar melakukan pengembangan teknologi perbankan digital. Cara tersebut demi menggaet calon nasabah baru, terutama generasi milenial atau kalangan melek teknologi.

Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja menuturkan, salah satu bentuk pengembangan digital lewat peluncuran ONe Mobile. Layanan aplikasi mobile banking antara lain seperti pembukaan rekening tabungan dan giro (baru di Jabodetabek) tanpa harus ke cabang.

Selain itu, aplikasi ini juga membuat nasabah bisa menarik uang tunai dengan teknologi quick response (QR) atau menggunakan one time password (OTP) via pesan singkat tanpa menggunakan kartu debit ATM.

Untuk pengembangan teknologi informasi (TI) ini OCBC NISP sudah menggelontorkan belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 100 miliar sampai Rp 200 miliar.

Bank BNI juga tengah fokus melakukan pengembangan digital. Salah satunya dengan meluncurkan aplikasi pembayaran menggunakan QR yang diberi nama yap!

Pemimpin Divisi Electronic Banking BNI Anang Fauzi menjelaskan, peluncuran aplikasi tersebut menurut rencana pada bulan Oktober mendatang.

Di awal tahun, bank berlogo angka 46 ini sudah menyiapkan dana sebesar Rp 1 triliun sebagai belanja modal untuk pengembangan digital banking. Separuh dari dana tersebut, mengalir untuk pengembangan dan peremajaan infrastruktur digital banking BNI.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved