Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan di Jalan AA Maramis, Lumpuh dan Minta Tuhan Cabut Nyawanya, Kisah Menginspirasi Stevano

Kejadian 27 April 2014 masih tetap diingat Stevano Ronny Repi, pria yang sudah empat tahun duduk di kursi roda.

Penulis: | Editor:
Kolose Tribunmanado.co.id
Kolose Stevano Repi 

Laporan Wartawan Tribun Manado Valdy Vieri Suak

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kejadian 27 April 2014 masih tetap diingat Stevano Ronny Repi, pria yang sudah empat tahun duduk di kursi roda.

Bayangan itu masih ada dikepalanya, saat mobil yang ia kendarai menabrak tiang di pembatas jalan AA Maramis.

Mobil sampai terbela dan hancur, nyawanya saat itu nyaris hilang.

Kondisi mobil yang dikendarai Stevano Repi
Kondisi mobil yang dikendarai Stevano Repi ()

Beruntung Tuhan masih memberi kesempatan, serta kerja keras dokter mampu menyelamatkan nyawa Vano.

Namun, ada hal yang besar yang harus dia korbankan. 

Kakinya tak bisa lagi digerakan, ia lumpuh  setelah tulang ekornya patah.

"Saya saat itu sudah putus asa, harapan saya sempat hilang. Tak tahu lagi apa yang akan saya lakukan dengan keadaan seperti ini," jelasnya.

Gemerlap dunia malam sempat menjadi gaya hidupnya, namun setela kecelakaan tersebut semua berubah.

Usai menjalani pengobatan ia pun keluar dari Rumah Sakit, hari-harinya dihabiskan untuk menonton TV. Tak ada lagi aktivitas di luar rumah, menghabiskan waktu bersama teman-temannya saat itu sangat sulit terjadi.

Baginya kala itu, berada dalam rumah adalah jalan terbaik dibanding beraktivitas di luar rumah.

Ia sesekali berdoa "dalam doa itu ada permintaan agar Tuhan mengambil nyawa saya, saya sempat berpikir buat apalagi hidup tak berdaya seperti ini," akunya.

Penyesalan katanya terus datang, bagai mimpi buruk semua itu datang padanya hampir disetiap hari. "Semua terbayang dan rasa penyesalan sangat dalam," akunya.

Namun semua berubah, saat ia menonton salah satu wanita penyandang difabel yang bangkit dan mampu memotivasi banyak orang.

"Dia penyandang difabel di Klaten namanya Mba Sri Lestari, semangat yang saya lihat padanya membuat saya termotivasi. Apa yang terjadi sudah berlalu, saya harus bangkit, hidup saya masih panjang, ada hal berguna yang bisa saya buat," jelasnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved