Imbal hasil DPLK hingga Juni 2018 Capai 3,39%
Industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) boleh sberbangga hati. Imbal hasil DPLK melebihi ekspektasi di semester pertama.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) memulai pembangunan cooking plant untuk pabrik di Parmaksian, Toba Samosir, Sumatra Utara. Pada Rabu (8/8) lalu, produsen bubur kertas itu melaksanakan penanaman tiang pancang alias groundbreaking.
Fasilitas anyar pabrik Toba Pulp berukuran 75x33 meter persegi (m²) dan dilengkapi teknologi terkini. Cooking plant tersebut bisa memproses serpihan pohon kayu putih atau eucalyptus dengan sistem cold blow.
Manajemen perusahaan ini mengklaim, teknologi yang digunakan ramah lingkungan dan bisa menghemat konsumsi listrik hingga 9%. "Kualitas hasil pemasakan bubur pulp menjadi lebih baik 15% dan penggunaan steam yang berkurang hingga 33%," kata Mulia Nauli, Direktur PT Toba Pulp Lestari Tbk, rilis kepada media, Rabu (8/8).
Dalam pemberitaan KONTAN sebelumnya, Toba Pulp mengalokasikan dana US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun untuk merevitalisasi pabrik di Parmaksian. Target penyelesaiannya pada kuartal I 2019.
Sementara menurut informasi dalam dua keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal yang sama, yakni 2 Januari 2018, Toba Pulp mengabarkan perolehan pinjaman dari perusahaan afiliasi bernama Pinnacle Company Limited. Pinnacle memberikan pinjaman US$ 150 juta dan US$ 96,66 juta pada 29 Desember 2017.
Sementara itu, sepanjang semester I 2018 Toba Pulp mencatatkan pertumbuhan penjualan bersih 30,02% year-on-year (yoy) menjaadi US$ 46,47 juta. Perusahaan itu mengantongi laba bersih US$ 760.000. (Danielisa Putriadita/Umi Kulsum )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/segera-tukar-beberapa-uang-kertas-rupiah-bakal-tak-berlaku-mulai-1-januari-2019_20180805_231633.jpg)