Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Imbal hasil DPLK hingga Juni 2018 Capai 3,39%

Industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) boleh sberbangga hati. Imbal hasil DPLK melebihi ekspektasi di semester pertama.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
YOUTUBE
Segera Tukar! Beberapa Uang Kertas Rupiah Bakal Tak Berlaku Mulai 1 Januari 2019 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) boleh sberbangga hati. Imbal hasil DPLK melebihi ekspektasi di semester pertama tahun ini.  Yield DPLK menyentuh angka 3,39% hingga Juni 2018.

Pencapaian ini melebihi ekspektasi dari prediksi semula hanya sekitar 3%. Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), return on investment (RoI) industri DPLK pada Juni 2017 yang baru mencapai 2,83%.

Wakil Ketua Perkumpulan DPLK Nur Hasan Kurniawan mengatakan, faktor utama yang mendorong mantapnya return industri ini di antaranya memetik keuntungan dari kenaikan .

Seperti diketahui, sejak awal tahun, Bank Indonesia (BI) beberapa kali sudah mengerek BI 7 day repo rate atau bungan acuan Hingga Juni 2018, investasi DPLK mencapai Rp 77,55 triliun atau naik 8,29% dibanding Juni 2017 sebesar Rp 71,61 triliun.

Industri DPLK memang mempunyai strategi khusus dalam meracik investasi. Porsi investasi di keranjang deposito masih menjadi kontribusi utama sekitar 60%.

Sedangkan surat berharga negara (SBN) sebesar 16%, lalu reksadana dan saham masing-masing 3,5% dan 3,83%. "Imbal hasil tersebut disokong oleh kenaikan suku bunga money market," kata Nur Hasan, Kamis (9/8).

Plt Pengurus DPLK Indolife Harry Poerwanto mengatakan, di semester kedua ini iklim investasi bisa lebih baik lagi. Pihaknya yakin bisa mencapai target imbal hasil sebesar 7%.

Return on Investment (RoI) Industri Dana Pensiun

Jenis Dana Pensiun

Jun-17

Jun-18

Dana Pensiun

3,65%

4,19%

DPPK-PPMP

3,99%

4,68%

DPPK-PPIP

3,88%

3,80%

DPLK

2,83%

3,39%

Sumber: OJK

Racikan Investasi Ciamik, Imbal Hasil Dapen Naik

Imbal hasil industri Dana Pensiun dapen) mencapai 4,19%. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga Juni 2018, imbal hasil Dapen hingga Juni kemarin jauh lebih tinggi ketimbang periode sama tahun kemarin sebesar 3,65%.

Bila merinci, return yana pensiun pemberi kerja (DPPK) yang menjalankan program pensiun manfaat pasti tercatat sebesar 4,68% dan DPPK yang menjalankan program pensiun iuran pasti mengantongi imbal hasil sebesar 3,8%.

Direktur Eksekutif Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Muljadi mengatakan, peningkatan terjadi didorong oleh dua hal. Pertama, diikuti oleh total investasi yang terkerek.

Kedua, kondisi awal tahun lalu saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat, pelaku industri mengambil keuntungan dari investasi di instrumen saham. "Sehingga keduanya itu mendorong imbal hasil yang positif hingga pertengahan tahun ini," ujar Bambang.

INRU Memulai Revitalisasi Pabrik di Sumatra Utara

PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) memulai pembangunan cooking plant untuk pabrik di Parmaksian, Toba Samosir, Sumatra Utara. Pada Rabu (8/8) lalu, produsen bubur kertas itu melaksanakan penanaman tiang pancang alias groundbreaking.

Fasilitas anyar pabrik Toba Pulp berukuran 75x33 meter persegi (m²) dan dilengkapi teknologi terkini. Cooking plant tersebut bisa memproses serpihan pohon kayu putih atau eucalyptus dengan sistem cold blow.

Manajemen perusahaan ini mengklaim, teknologi yang digunakan ramah lingkungan dan bisa menghemat konsumsi listrik hingga 9%. "Kualitas hasil pemasakan bubur pulp menjadi lebih baik 15% dan penggunaan steam yang berkurang hingga 33%," kata Mulia Nauli, Direktur PT Toba Pulp Lestari Tbk, rilis kepada media, Rabu (8/8).

Dalam pemberitaan KONTAN sebelumnya, Toba Pulp mengalokasikan dana US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun untuk merevitalisasi pabrik di Parmaksian. Target penyelesaiannya pada kuartal I 2019.

Sementara menurut informasi dalam dua keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal yang sama, yakni 2 Januari 2018, Toba Pulp mengabarkan perolehan pinjaman dari perusahaan afiliasi bernama Pinnacle Company Limited. Pinnacle memberikan pinjaman US$ 150 juta dan US$ 96,66 juta pada 29 Desember 2017.

Sementara itu, sepanjang semester I 2018 Toba Pulp mencatatkan pertumbuhan penjualan bersih 30,02% year-on-year (yoy) menjaadi US$ 46,47 juta. Perusahaan itu mengantongi laba bersih US$ 760.000. (Danielisa Putriadita/Umi Kulsum )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved