PBNU Peringatkan Jokowi
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ma'ruf Amin
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ketua MUI yang juga Rais Aam PBNU Maruf Amin (kanan) berbincang dengan Ketua PBNU Said Aqil Siroj (kiri) dalam acara Grand Launching Hari Santri (Hasan) 2017 di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (10/8/2017). Acara yang mengangkat tema Santri Mandiri, NKRI hebat itu merupakan rangkaian kegiatan dari peringatan Hari Santri yang jatuh pada 22 oktober.
Ia menambahkan, Jokowi belum mengumumkan nama cawapresnya pada saat pertemuannya di Istana Kepresidenan.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menyatakan NU tidak berkepentingan untuk dukung-mendukung. Menurutnya, yang memiliki kepentingan untuk dukung-mendukung adalah partai politik. "Kalau NU si nggak dukung-dukungan. Nu kok ngedukung? Partai politik yang dukung itu. Kalau NU kan mendoaakan, istigosah," ujar Said.
Di sisi lain, Said menegaskan jika Mahfud MD bukanlah kader NU. "Pak Mahfud orang yang belum pernah menjadi kader NU, di IPBNU juga belum pernah walaupun background keluarganya NU. Secara kultural NU, tapi belum pernah jadi aktivis NU," tuturnya. (tribun network/git/coz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/said-aqil-siroj_20171114_073638.jpg)