Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

PBNU Peringatkan Jokowi

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ma'ruf Amin

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ketua MUI yang juga Rais Aam PBNU Maruf Amin (kanan) berbincang dengan Ketua PBNU Said Aqil Siroj (kiri) dalam acara Grand Launching Hari Santri (Hasan) 2017 di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (10/8/2017). Acara yang mengangkat tema Santri Mandiri, NKRI hebat itu merupakan rangkaian kegiatan dari peringatan Hari Santri yang jatuh pada 22 oktober. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ma'ruf Amin bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/8) siang.

Rupanya tidak hanya Ma'ruf Amin, Ketua PBNU Robikin Emhas menyebut Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga kader NU Muhaimin Iskandar (Cak Imin) hadir dalam pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, para petinggi NU itu memberikan pesan sekaligus peringatan kepada Jokowi untuk memilih calon wakil presiden (cawapres) dari kader NU.

"Pada pokoknya pesannya satu. Kalau cawapres nanti bukan dari kader NU maka warga Nahdiyin merasa tidak memiliki tanggung jawab moral untuk ikut cancut tali wondo menyukseskan," kata Robikin di Kantor Pusat PBNU, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (8/8).

Robikin menegaskan, pernyataannya itu bukanlah sebuah bentuk ancaman kepada Jokowi selaku capres petahana yang tengah mencari cawapres.

Hal itu hanya kekhawatiran bahwa warga Nahdliyin merasa tidak memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyukseskannya pencapresan Jokowi kalau cawapresnya bukan dari kader NU.

Robikin mengakui, Mahfud Md yang disebut-sebut menjadi cawapres terkuat pendamping capres Jokowi bukanlah kader NU. "Itu sudah dibicarakan berkali-kali tidak termasuk yang disebut," ujarnya.

Robikin mengatakan para kiai sepuh PBNU juga harapan agar cawapres Jokowi berasal dari kader NU. Meski demikian, NU tak menyorongkan nama dan menyerahkan sepenuhnya pilihan cawapres kepada Jokowi.

Robikin Emhas menyampaikan hal itu usai PBNU menerima kunjungan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Hadir pada pertemuan itu Ma’ruf Amin, Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua PBNU Saifullah Yusuf, Katib Syuriyah PBNU KH Nurul Yaqin, dan Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra.

Mahfud MD
Mahfud MD (tribunnews)

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan insial nama cawapres yang akan mendampingi di Pilpres 2019 adalah huruf "M". Wartawan sempat mengkonfirmasi perihal inisial nama tersebut adalah Mahfud MD. Namun, Jokowi belum bisa mengungkapkannya secara gamblang.

Menurut Jokowi, ada banyak tokoh di dalam dan di luar kabinet yang namanya berinisial "M".

Selain Mahfud MD, ada Ma'ruf Amin dan Muhaimin Iskandar yang namanya masuk dalam bursa cawapres pendamping Jokowi untuk Pilpres 2019.

Menanggapi pernyataan Robikin Emhas, Ma'ruf Amin mengamininya. Bagi Ma'ruf Amin, meski nama cawapres merupakan kewenangan Jokowi selaku capres petahana, tapi sikapnya sejalan dengan Robikin.

Bahkan, Ma'ruf memberi isyarat akan mengakhiri dukungan NU terhadap Jokowi jika cawapres Jokowi bukan dari kader NU. "Ya wabilahi taufik wal hidayah," kata Ma'ruf.

Cak Imin yang juga salah satu ketua umum parpol pendukung capres Jokowi sependapat dengan pernyataan Robikin. "Pilpres tadi sudah disampaikan pak robikin ya," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved