Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Poros Ketiga di Luar Jokowi dan Prabowo Masih Berpeluang

Masa pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden di Komisi Pemilihan Umum (KPU) semakin sempit.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
YOUTUBE
Cak Imin Cerita Pernah Desak Arab Saudi Kerja Sama dengan Indonesia Soal Buku Tentangnya 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Masa pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden di Komisi Pemilihan Umum (KPU) semakin sempit.

Namun, hingga Rabu (8/8) hari ini, dipastikan belum ada satu pun pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang mendaftar ke KPU.

Koalisi sembilan parpol pengusung capres petahana Joko Widodo masih pada strateginya. Mereka mengaku sudah solid menyimpan nama cawapres pendamping Jokowi hingga waktu yang tepat jelang pendaftaran ke KPU.

Sembilan parpol tersebut adalah PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai NasDem, dan Partai Hanura. Kemudian, ada Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, dan PKPI.

Politikus PDIP Pramono Anung mengindikasikan akan ada satu parpol lagi yang akan memberikan dukungannya kepada Jokowi sebelum hari terakhir pendaftaran capres-cawapres ke KPU.

Sementara, koalisi parpol pengusun capres Prabowo Subianto masih belum solid lantaran belum ada kesepakatan soal nama cawapres pendamping Prabowo yang akan disepakati bersama.

Sejauh ini baru Partai Demokrat yang menyatakan berkoalisi dengan Partai Gerindra untuk mengusung capres Prabowo Subianto.

Koalisi kedua partai tersebut cukuk suara untuk mendafaftarkan Prabowo dan cawapresnya sebagai peserta Pilpres 2019. Catatan formal dari Demokrat, nama cawapres diserahkan kepada Prabowo selaku capresnya.

Sementara, dua parpol yang sejak lama berkaolisi dengan Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih tarik-ulur soal nama cawapres pendamping Prabowo.

Kedua partai tersebut masih belum menginginkan agar nama cawapres usulan mereka yang dipilih sebagai pendamping Prabowo.

Lantas, opsi poros ketiga diucapkan oleh Presiden PKS, Sohibul Iman. Menurutnya, masih terbuka peluang koalisi poros ketiga apabila PKB, PAN dan PKS dapat bergabung mengusung satu lagi pasangan calon.

Itupun dapat terlaksana jika PKB kecewa dengan pilihan cawapres yang akan disampaikan oleh Jokowi.

"Ya memungkinkan saja. Perubahan itu jam per jam. Paling, kalau poros ketiga itu, PKS, PAN dan PKB," jelasnya di Kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (7/8).

Menurutnya, komunikasi masih terus berjalan dengan seluruh partai tersebut. Namun, pihaknya tetap menginginkan kadernya, terutama Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al-Jufri sebagai cawapres pendamping Prabowo Subianto sebagaimana rekomendasi ijtima' Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama.

"Kami masih memegang teguh rekomendasi dari Majelis Syuro, yakni sembilan kami usulkan sejak awal. Serta rekomendasi dari Ijtima Ulama, " jelasnya usai Sidang Istimewa Majelis Syuro PKS.

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kiri), Menko Polhukam Wiranto (kedua kanan) dan Sekjen PKB Abdul Kadir Karding (kanan) menghadiri Harlah ke-20 PKB di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (22/7/2018). Acara tersebut dihadiri juga oleh sejumlah pimpinan partai politik dan menteri Kabinet Kerja.
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kiri), Menko Polhukam Wiranto (kedua kanan) dan Sekjen PKB Abdul Kadir Karding (kanan) menghadiri Harlah ke-20 PKB di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (22/7/2018). Acara tersebut dihadiri juga oleh sejumlah pimpinan partai politik dan menteri Kabinet Kerja. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved