Breaking News
Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Door, Pencuri Sapi di Bolsel Roboh: Eli Lari usai Membuka Borgol

Peternak sapi di Sulawesi Utara boleh sedikit lega. Polisi mengungkap keterlibatan sindikat pencuri ternak

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUN MANADO/FELIX TENDEKEN
Sapi curian yang kini diamankan oleh Polsek Bolaang Uki 

Sayangnya dari sebagian besar warga yang kehilangan sapi, jarang yang melaporkan ke pihak kepolisian. “Tahun 2017 tidak ada kasus. Tahun 2018 sudah ada dua (kasus). Ada yang melapor hari ini kehilangan dua ekor sapi,” ujarnya.

Burhan, peternak di Bolsel, mengaku kehilangan dua ekor sapi. Ia mengaku sudah berusaha mencari hewan ternaknya, namun tidak ditemukan lagi.

“Sudah beberapa hari sapi saya tidak ditemukan. Saya dirugikan Rp 20 juta untuk dua ekor sapi. Makanya saya laporkan,” kata dia.

Kapolres Tomohon, AKBP I ketut Agus Kusmayadi, mengatakan untuk tahun 2018, belum ada kasus pencurian sapi di wilayah Tomohon. “Kalau tahun-tahun sebelumnya memang pernah terjadi. Paling banyak pada tahun 2016,” kata Kusmayadi, Kamis kemarin.

Katanya, pencurian sapi sesuai data tahun 2016 ada 40 lokasi pencurian sapi. Kemudian tahun 2017, hanya delapan titik. “Kasus pencuriannya berbeda, ada yang dicuri tersisa tulang belulang. Ada yang hilang satu ekor,” katanya.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat agar mengaktifkan pos kamling serta bekerja sama antara TNI/Polri, pemerintah kelurahan maupun kecamatan untuk melakukan penjagaan.

Herman, satu di antara peternak sapi pernah kehilangan sapi mengakui kini Tomohon aman. “Dulu di daerah sini sering kehilangan sapi, memang banyak peternak sapi yang mengikat sapi di kebun Puncak Wawo tepatnya di Kelurahan Wawo,” katanya.

Ia menceritakan saat kejadian dua tahun lalu, ia hendak memberi makan sapi miliknya, ia pun kaget melihat sapinya tersisa tulang belulang. “Saya ingat sekali waktu itu karena sapi yang disembelih pencuri dalam keadaan hamil,” ujarnya. “Kalau dirupiahkan sapi saya yang dicuri harganya sekira Rp 20 juta,” kata dia.

Polres Bolmong Catat 115 Kasus

Kasus pencurian sapi sepertinya menjadi kasus yang banyak terjadi di beberapa wilayah di Sulawesi Utara.

Polres Bitung mencatat dua kasus pencurian sapi di tahun 2018. “Tahun ini ada dua kejadian, pertama di Aertembaga dilaporkan dan tersangkanya sudah kami tangkap tiga orang warga Bolmong, sudah maju sidang,” kata Kapolres Bitung, AKBP Philemon Ginting, Kamis (2/8).

Satu lagi, di Matuari namun tidak dilaporkan lantaran sudah diselesaikan secara kekeluargaan. “Kalau yang di Aertembaga itu empat ekor yang dicuri. Modusnya sama yaitu mereka sembelih di lokasi hanya diambil dagingnya saja, isi perut dan tulang ditinggalkan,” ujar dia.

Sementara Polres Minut di 2018 baru mencatat satu kali kejadian pencurian sapi. “Selama ini baru satu, mungkin banyak di Polsek. Satu kasus pencurian sapi tersebut juga sudah selesai, sapinya ditemukan dan pemiliknya tidak keberatan,” ucap Aiptu Melky Pontoh, Kanit Reskrim Polres Minut.

Kasat Reskrim Polres Bolmong, AKP Ronny Maridjan mengatakan, total kasus pencurian dari Januari-Juli berjumlah 115 kasus. “Kasus ini sudah termasuk pencurian ternak sapi,” ujar AKP Ronny Maridjan, Kamis (2/8/2018).

Kata dia, kasus pencurian hewan ternak seperti sapi sangat diseriusi oleh Polres Bolmong dan polsek.
Polsek Bolaang Uki berhasil mengamankan EA (31) diduga melakukan pencurian hewan ternak di Desa Pangia, Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolsel. Dia diamankan Buser Bolaang Uki di Desa Posigadan pada Sabtu (28/7/18).

Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved