Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Door, Pencuri Sapi di Bolsel Roboh: Eli Lari usai Membuka Borgol

Peternak sapi di Sulawesi Utara boleh sedikit lega. Polisi mengungkap keterlibatan sindikat pencuri ternak

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUN MANADO/FELIX TENDEKEN
Sapi curian yang kini diamankan oleh Polsek Bolaang Uki 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU – Peternak sapi di Sulawesi Utara boleh sedikit lega. Polisi mengungkap keterlibatan sindikat pencuri ternak asal Provinsi Gorontalo yang beroperasi di wilayah ini.

Eli Anwar, anggota sindikat, terpaksa dilumpuhkan timah panas oleh petugas setelah tersangka berusaha kabur, Kamis (2/8/2018). Teman Eli berhasil kabur dalam aksi penggerebekan Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Urban Bolaang Uki, Bolaang Mongondow Selatan.

Dalam menjelankan aksinya, kelompok ini kerap mengeksekusi ternak incaran di lokasi perkebunan. Mereka hanya mengambil bagian tubuh berharga dari ternak.

Terbongkarnya kelompok ini bermula dari penangkapan Eli. Ia mencuri sapi di Perkebunan Pangia, Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolsel. Warga Kelurahan Dulugo Selatan, Kota Gorontalo ini ditangkap saat bersembunyi di Desa Posigadan pada Sabtu (28/7/18).

Kapolsek Urban Bolaang Uki, Kompol Baharudin Samin, mengatakan pelaku ‘dihadiahi’ timah panas lantaran berusaha melarikan.

“Saat kami meminta dia menunjukan lokasi rumah tersangka lain, dia berusaha lari usai borgol di jarinya lepas. Kami tembak kaki kanannya,” ujar Kapolsek saat ditemui tribunmanado.co.id di ruang kerjannya, Kamis kemarin.

Lanjut Kapolsek, diduga setelah mengetahui temannya ditangkap, pelaku lain melarikan diri. Namun petugas terus pengejaran di daerah Gorontalo. Kapolsek menjelaskan, dari pengembangan kasus, diketahui tersangka sebelum menjual sapi curian sehari sebelumnya datang ke rumah Udin, seorang penadah di Desa Tolondadu.

“Tapi saat dia datang Udin sedang tidur. Pelaku kemudian bercengkrama dengan penduduk sekitar rumah penada sambari menunggu Udin bangun dari tidurnya. Dia (tersangka) mengaku kepada warga bernama Randi,” ujar Baharudin.

Polisi kemudian melakukan penelusuran di kediamannya di Desa Momalia. Namun warga di sana mengaku tidak mengenal orang bernama Randi, orang sering berkomunikasi lewat telepon seluler dengan Udin.

Belakangan diketahui, tersangka hanya tinggal sementara waktu di desa itu. Orang itu bernama Eli Anwar, beralamat di Provinsi Gorontalo.

“Saat itu kami pertemukan dengan penadah yang kecolongan membeli sapi curian, lalu dikatakan dialah yang menjual sapi,” ujar Kapolsek.

Tersangka langsung ditangkap dan digiring ke kediaman satu orang pencuri lainnya yang diketahui berboncengan menggunakan sepeda motor usai menjual sapi curian. “Lalu pelaku berusaha melarikan diri, borgol di jari lepas, makanya kami tembak kakinya,” ujar Baharudin.

Kata Kapolsek mengaku pencuri sapi memiliki keahlian memotong ternak secara cepat. Bahkan, untuk memenggal sapi yang masih hidup tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya 10 menit sampai 15 menit.

“Pernah ada kejadian pada tahun 2016, tapi karena diduga ini motif pencurian berskala besar kami alihkan ke Polres Bolmong,” ujarnya.

Kejadian seperti ini jarang terjadi. Biasannya setahu sekali pada saat merayakan hari besar. “Jelang Lebaran, Kurban dan Lebaran Haji. Biasannya permintaan daging sapi dan kambing tinggi dan harganya mahal,” ujarnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved