Fintech Lokal Siap Bersaing dengan Asing
Peluang bisnis financial technology (fintech) lending di Indonesia cukup menarik. Banyaknya pemain fintech asing.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Pemain Fintech P2P Lending
Status
Jumlah
Berizin*
63
Tidak Berizin**
227
*Data hingga 8 Juni 2018
**Data hingga 27 Juli 2018
Sumber: OJK
Asuransi Jiwa Yakin, Premi Naik Dua Digit
Premi asuransi jiwa di kuartal III tahun ini diproyeksi tumbuh 20%. Para pelaku industri belum akan merevisi target premi meski banyak hambatan ekonomi dari faktor eksternal.
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan, hingga semester I-2018 premi industri naik sekitar 21%. Kenaikan ini ditopang menurunnya inflasi, pemberian tunjangan hari raya (THR) dan tambahan pemberian gaji ke-13 kepada pegawai negeri sipil. "Sehingga daya beli masyarakat meningkat, khususnya pada saat mudik Lebaran," kata Togar, Jumat (27/7).
Nah di kuartal III, Togar melihat, pergerakan rupiah tidak akan berdampak signifikan kepada tren pertumbuhan bisnis asuransi jiwa. Sebab, perusahaan asuransi jiwa memiliki produk asuransi dalam bentuk valas minoritas.
PT Sun Life Financial Indonesia mencatat pertumbuhan premi 14,28% menjadi Rp 1,6 triliun hingga enam bulan di 2018. Chief Marketing Officer Sun Life Shierly Ge mengatakan, produk unitlink menyumbang 85% premi Sun Life dan sisanya produk asuransi tradisional. Sun Life optimistis unitlink masih prospektif meski harga saham melemah.
Tahun ini Sun Life bahkan akan meluncurkan unitlink baru. "Kami yakin pertumbuhan premi masih dua digit sampai akhir tahun ini," kata Shierly kepada KONTAN.
BNI Life Insurance juga yakin, premi asuransi jiwa di semester II akan tumbuh dua digit di atas proyeksi industri. Direktur Utama BNI Life Shadiq Akasya mengatakan, hingga Juni 2018, BNI Life mencatat premi Rp 2,39 triliun, turun 12,45% dibanding Juni 2017 Rp 2,73 triliun.
"Kami akan menggenjot premi di semester II dengan meluncurkan produk yang sudah eksisting dengan kemasan baru, " kata Shadiq, akhir pekan lalu. Ada beberapa produk dikemas ulang seperti Optima Saving dan High EndPpro. BNI Life akan membidik nasabah BNI.
Sementara Taspen Life memperoleh premi Rp 238 miliar hingga semester I tahun ini atau naik 23% year on year. Direktur Utama Taspen Life Maryoso Sumaryono mengatakan, peningkatan premi dari employee benefit yang menyumbang 90% dari premi sedangkan sisanya dari produk individu.
Hingga akhir 2018, Taspen Life membidik target premi sebesar Rp 681 miliar. Namun, perolehan premi di enam bulan ini baru terealisasi sekitar 35%.
Maryoso yakin masih bisa mengejar ketertinggalan di semester II-2018. "Produk kami tidak ada yang berbasis dollar sehingga fluktuatif rupiah tidak berdampak bagi kami," kata dia.
Taspen Life akan memperkuat tenaga pemasaran yang saat ini berjumlah 100 orang. Perusahaan ini akan terus menambah tenaga pemasar. (Umi Kulsum/Ferrika Sari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-asuransi_20180205_142424.jpg)