Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Review Rupiah: Sepekan Reli di Bursa Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound pekan ini. Kemarin (27/7), indeks ditutup naik 0,72% ke level 5.989.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
afp
IHSG 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound pekan ini. Kemarin (27/7), indeks ditutup naik 0,72% ke level 5.989. Sepekan, indeks menguat 1,98%. Asing menorehkan pembelian bersih (net buy) Rp 1,72 triliun.

Analis Paramitra Alfa Sekuritas William Siregar menilai, penguatan bursa domestik terjadi seiring meredanya kekhawatiran perang dagang antara AS dan China.

"Amerika memberikan kelonggaran terkait tarif impor bagi China," katanya, kemarin.

Apalagi, lanjut Wiliam, dari dalam negeri, rupiah mulai bertenaga. Kemarin, rupiah menjadi mata uang dengan penguatan kedua terbesar di Asia.

Itu sebabnya, asing kembali masuk dengan nilai net buy di bursa yang signifikan.

Kemarin, kurs rupiah di pasar spot menguat di level Rp 14.417 per dollar AS. Sepekan, mata uang Garuda sudah terapresiasi 0,54%.

Analis Binaartha Parama Sekuritas, M Nafan Aji sependapat, sentimen perang dagang yang mereda membawa angin segar terhadap pergerakan bursa saham.

Selain itu, dari domestik, pemerintah mampu menjaga stabilitas fundamental makroekonomi. "Kondisi yang kondusif berefek positif pada kinerja emiten.

Ini berdasarkan hasil laporan keuangan kuartal II-2018 yang cenderung positif," papar Nafan.
Prediksi William, pekan depan, IHSG masih berpeluang naik. Pelaku pasar masih berekspektasi positif terhadap laporan kinerja emiten.

Ilustrasi rupiah
Ilustrasi rupiah (Thinkstockphotos.com)

Rupiah Kuat di Akhir Pekan

Rupiah berhasil melanjutkan penguatan di akhir pekan ini. Kemarin, rupiah di pasar spot menguat 0,31% ke level Rp 14.417 per dollar Amerika Serikat (AS). Dalam sepekan pun, mata uang Garuda ini menanjak 0,53%.

Namun, perlu diingat bahwa kurs rupiah spot sempat melemah tajam hingga ke level Rp 14.545 per dollar AS pada perdagangan Selasa (24/7).

Di sisi lain, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia malah melemah 0,27% ke posisi Rp 14.483 per dollar AS. Namun, dalam sepekan, valuasi rupiah masih melesat 0,25%.

Analis Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra mengatakan, rupiah berhasil menguat di akhir pekan lantaran para investor masih wait and see terhadap data pertumbuhan ekonomi AS di kuartal II yang rilis Jumat (27/7) malam.

Pertumbuhan ekonomi AS sendiri diprediksi mencapai 4,2%. Padahal, di kuartal sebelumnya pertumbuhan ekonomi negeri Paman Sam ada di level 2%.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved