Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Multifinance Cetak Untung di Atas 10%

Perusahaan pembiayaan membukukan pertumbuhan laba dua digit hingga semester I tahun ini.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan membukukan pertumbuhan laba dua digit hingga semester I tahun ini. Hal tersebut sejalan meningkatnya penyaluran pinjaman.

Sebut saja Clipan Finance Indonesia, sampai akhir Juni 2018 membukukan laba Rp 145,7 miliar. Angka ini naik 38,2% secara year on year (yoy) Rp 105,4 miliar.

Menurut Direktur Clipan Finance Engelbert Rorong, kenaikan laba didorong pertumbuhan pembiayaan selama enam bulan di tahun ini. "Pembiayaan kendaraan tumbuh 73% sampai pertengahan tahun ini," kata dia, Kamis (26/7).

Hingga Juni 2018, Clipan Finance menyalurkan kredit Rp 5,2 triliun. Sementara pada periode sama 2017, penyaluran pembiayaan Clipan Finance Rp 3 triliun. Engelbert yakin, pasar pembiayaan tumbuh seperti yang ditargetkan Rp 10 triliun.

Laba PT Astra Sedaya Finance (ASF) pun sepanjang semester I tahun ini. Sampai akhir Juni 2018, Direktur Utama ASF Siswadi bilang perusahaan ini mengantongi laba Rp 500 miliar.

Bila dibandingkan periode sama di 2017 meningkat 18%. Nilai pembiayaan ASF naik 7% menjadi Rp 13,5 triliun. Selain itu upaya efisiensi membantu peningkatan laba.

Potensi pasar pembiayaan di separuh kedua tahun ini masih akan tumbuh dan mampu mengerek keuntungan. "Laba kami harapkan mencapai Rp 1 triliun," kata dia.

Tak hanya laba, perusahaan pembiayaan dari Grup Astra ini yakin pembiayaan baru bisa mencapai Rp 26 triliun di akhir tahun. Pembiayaan tersebut 80% dari segmen kendaraan baru.

Sementara 20% ke kendaraan seken. Untuk memenuhi target, Siswadi akan mengoptimalkan jaringan termasuk relasi diler yang sudah bekerja sama dengan ASF.

Melakukan efisiensi

PT Indosurya Inti Finance mencatatkan kenaikan laba 18% di semester I 2018 menjadi Rp 102 miliar. Managing Director Indosurya Finance Mulyadi Tjung bilang, kenaikan tersebut sejalan dengan penyaluran pembiayaan yang naik 10% jadi Rp 947 miliar.

Menurut Mulyadi, pertumbuhan laba didorong portofolio pembiayaan yang semakin luas. "Faktor kedua efisiensi biaya yang kami lakukan," kata Mulyadi, Kamis (26/7).

Efisiensi ini seperti mencari sumber dana yang lebih efisien. Sepanjang tahun 2018, Indosurya Finance memasang target laba sekitarRp 231 miliar dengan

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk juga mampu membukukan kenaikan laba 28,2% di semester I menjadi Rp 873 miliar. Penyaluran pembiayaan Rp 18,4 triliun.

Kinerja Multifinance Semester I-2018
(dalam miliar rupiah)

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved