Pendekar Bodoh Terus Menambah Gerai D'Cost
PT Pendekar Bodoh masih terus mengembangkan gerai hidangan laut melalui D'cost. Peritel ini sudah memiliki 85 gerai
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Pendekar Bodoh masih terus mengembangkan gerai hidangan laut melalui D'cost. Peritel ini sudah memiliki 85 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.
Manajemen Pendekar Bodoh menyebutkan, saat ini segmen keluarga dan pekerja kantor masih menjadi pangsa pasar terbesar mereka.
CEO PT Pendekar Bodoh David Vicent Marsudi menyatakan D'cost sudah mengembangkan gerai D'cost Express hingga D'cost VIP. Untuk segmen gerai D'cost Express, perusahaan ini memperkenalkan gerai yang lebih compact untuk ekspansi ke sejumlah tempat di bandara.
"Express baru satu gerai karena tahun lalu kami mulai masuk. Saat ini belum ada rencana menambah gerai Express," ujar dia kepada KONTAN, Rabu (25/7).
Adapun dari total 85 gerai tersebut, Jabodetabek masih mencuil porsi yang paling besar dengan 54 gerai.
Sedangkan sisanya menjangkau wilayah mulai dari Sumatra hingga Maluku. David mengatakan, ada pasar di Jabodetabek yang masih menjadi kontributor terbesar.
"Penjualan kami merata seperti di sini weekdays itu bagus karena daerah perkantoran, begitu weekend sepi karena konsumen bergeser ke Tangerang, Bekasi, Depok dan Bogor. Jadi memang pada saat peak-nya berbeda," lanjut David.
Yang jelas, jumlah gerai akan terus ditambah agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Sebab itu, Pendekar Bodoh sejak akhir tahun lalu sudah mulai masuk pasar bandara.
SAME Menjaminkan Kredit Anak Usaha Rp 258 Miliar
PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), pada Senin (23/7) lalu, memberikan pernyataan penjaminan atau letter of undertaking untuk keperluan pinjaman PT Kurnia Sejahtera Utama atau KSU senilai Rp 258 miliar.
Jadi, Sarana Meditama menjaminkan perusahaannya sendiri dalam skema kredit KSU, anak usaha yang 99,99% sahamnya mereka miliki.
Laporan manajemen Sarana Meditama kepada Otoritas Jasa Keuangan pada Rabu (25/7) menyebutkan, kreditur fasilitas pinjaman tersebut PT Bank Negara Indonesia Tbk. Adapun tujuan pemberian pinjaman untuk membiayai pembangunan Rumah Sakit Omni di Pekayon, Bekasi, Jawa Barat.
Manajemen Sarana Meditama memastikan, tidak ada dampak langsung bagi kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usahanya. Pemberian jaminan tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian fasilitas kredit antara KSU dan bank.
"Dengan pemberian jaminan perusahaan ini, perseroan mengikatkan diri terhadap fasilitas pinjaman KSU sebagai pihak penanggung," tulis Surina, Direktur PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/7).
Sejauh ini Sarana Meditama belum mempublikasikan kinerja semester I 2018. Sementara dari Januari-Maret kemarin, mereka membukukan penjualan dan pendapatan usaha Rp 222,42 miliar atau naik 22,89% year on year (yoy).
Namun dalam periode tersebut, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih, turun 6,76% yoy menjadi Rp 21,09 miliar.