Gubernur Sebut Ada Provokator Penghambat Pembebasan Lahan untuk Tol
Pembebasan lahan masih menjadi kendala pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung terutama di Wilayah Bitung Seksi 2B.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:
Kehadiran jalan tol ini dapat memangkas waktu tempuh dari Manado ke Bitung yakni dari 1,5 hingga 2 jam melalui jalur darat saat ini menjadi 40 menit.
Beroperasinya jalan tol ke depan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Manado, Minahasa Utara, dan Bitung.
Selain itu, menjadi jalan akses utama menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Pelabuhan Internasional Bitung.
"Proyek jalan tol Manado-Bitung terus dikerjakan hingga kini sesuai tahapan yang ada. Targetnya 2019 selesai," kata dia.
Pangkas Waktu Perjalanan
Riel Mantik mengatakan, pembangunan jalan tol Manado-Bitung mencapai 56,33 persen.
Meski pencapaian belum 100 persen, tapi akan ada beberapa segmen jalan akan dibuka untuk umum.
"Akhir tahun segmen ini, kami berencana mengoperasikannya. Kita akan menikmati jalan tol satu-satunya di Bumi Nyiur Melambai," kata Riel, Senin (16/7/2018).
Panjang jalan ini rencananya 39,9 kilometer. Saat ini pembangunan baru sampai di KM 14.
Riel mengatakan, jalan tol ini nantinya bisa dilalui kendaraan dengan kecepatan 80-100 kilometer per jam.
"Kalau ke Bitung tidak sampai 30 menit. Akan ada ‘time saving’ jika bepergian lewat tol," kata Riel. Selain itu akan memudahkan aksesibilitas barang dan penumpang.
Dewan Yakin Tuntas 2019
Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw turut meninjau lokasi proyek Jalan Tol Manado-Bitung.
Andrei bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Sekprov Edwin Silangen melihat progres pembangunan tol sekaligus pembebasan lahan lanjutan.
Ia yakin tol pertama di Bumi Nyiur Melambai itu tepat waktu penyelesaian.
"Dari pemantauan di lapangan bisa selesai awal 2019," kata politikus PDIP ini.
Memang masih ada masalah pembebasan lahan, namun ia optimistis bisa selesai segera.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/grafis_20180724_230555.jpg)