Gubernur Sebut Ada Provokator Penghambat Pembebasan Lahan untuk Tol
Pembebasan lahan masih menjadi kendala pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung terutama di Wilayah Bitung Seksi 2B.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pembebasan lahan masih menjadi kendala pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung terutama di Wilayah Bitung Seksi 2B.
Lahan yang dibebaskan di seksi itu baru mencapai 65 persen
"Masih ada kendala, sekarang tinggal pembebasan lahan yang ada di wilayah Bitung."
Demikian Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey saat meninjau pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung, Selasa (24/7/2018).
Namun ia juga mengatakan ada perkembangan menggembirakan di Seksi IA dari titik 0 sampai 7 Kilometer sudah 99 persen.
Seksi 1B sudah mencapai 96 persen, sedangkan seksi 2A mencapai 98 persen,
"Tinggal wilayah Bitung Seksi 2B. Mudah-mudahan bulan Desember tuntas," Olly menambahkan.
Dia mengaku menerima informasi adanya provokator yang mengungkapkan seakan-akan proyek jalan tol ini bukan untuk rakyat.
Hal ini pun membuat pembebasan lahan terhambat. "Padahal masyarakat sudah setuju," ujar Olly.
Gubernur meninjau pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung bersama Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional XV Riel Mantik, dan Sekprov Sulut Edwin Silangen.
Jalan ini akan membentang sepanjang 39,9 kilometer.
Data BPJN, Jalan Tol Manado-Bitung terbagi dua seksi. Seksi 1 terbagi atas 1A Manado-Sukur (7,90 km), dan 1B Sukur-Airmadidi (7 km).
Total panjang Seksi 1 yakni 14,9 kilometer. Pembangunannya bersumber dari dana pemerintah
Kemudian Seksi 2 terdiri dari 2A Airmadidi-Danowudu (11,5 km) dan 2B Dandowudu-Bitung (13,5 km).
Total Seksi 2 sepanjang 25 kilometer Bersumber dari dana investasi Badan Usaha Jalan Tol.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/grafis_20180724_230555.jpg)