Berbekal Duit Rights Issue LEAD Danai Modal Kerja
Perusahaan jasa perkapalan PT Logindo Samudramakmur Tbk masih mengantongi sisa dana Rp 67,02 miliar dari hasil
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Perusahaan jasa perkapalan PT Logindo Samudramakmur Tbk masih mengantongi sisa dana Rp 67,02 miliar dari hasil penawaran umum dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue pada tahun lalu. Mereka akan menggunakan dana rights issue untuk menunjang rencana bisnis pada semester kedua.
Dengan sokongan dana tersebut, Logindo yakin target operasional tak akan terganggu oleh urusan keuangan. "Dana itu akan digunakan untuk modal kerja di semester kedua," kata Adrianus Iskandar, Sekretaris Perusahaan Logindo Samudramakmur kepada KONTAN, Rabu (18/7).
Logindo tak secara spesifik membeberkan rencana kerja pada paruh kedua tahun ini. Satu hal yang pasti, perusahaan yang tercatat dengan kode saham LEAD di Bursa Efek Indonesia tersebut mengejar utilitas atau tingkat keterpakaian kapal sebesar 60%. Sepanjang semester pertama, mereka mengklaim telah memenuhi utilitas kapal 57%.
Kalau target tingkat keterpakaian kapal terpenuhi, Logindo berpotensi mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10% di sepanjang tahun ini. Sebagai perbandingan, tahun lalu mereka membukukan pendapatan US$ 27,01 juta. Jadi, target pertumbuhan pendapatan tahun ini setara dengan US$ 29,71 juta.
Proyeksi pendapatan Logindo tersebut masih lebih rendah dibandingkan realiasi pendapatan tahun 2016. Dua tahun lalu, mereka membukukan US$ 32,51 juta.
Sementara pada 2017 Logindo meraup total dana Rp 95,72 miliar dari rights issue. Hingga 30 Juni 2018, perusahaan tersebut telah membelanjakan Rp 26,66 miliar untuk modal kerja.
Jababeka Siap Merilis Dua Proyek Baru
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), melalui anak usaha Jababeka Residence, berencana merilis dua proyek anyar pada semester II-2018. Peluncuran proyek ini demi mengejar target marketing sales atau penjualan pemasaran sepanjang tahun ini yang dipatok Rp 1 triliun.
General Manager Corporate Marketing Jababeka Residence, Handoyo Lim, mencermati prospek pasar properti di wilayah timur Jakarta hingga akhir tahun nanti akan cerah. Hal itu sejalan dengan perkembangan kawasan industri dan pembangunan infrastruktur di wilayah itu.
Selain itu, kebijakan Bank Indonesia (BI) melonggarkan aturan kredit kepemilikan rumah (KPR) akan semakin mendorong pertumbuhan pasar properti. "Pelonggaran LTV mendorong pertumbuhan properti di wilayah Cikarang karena populasinya besar dan daya beli masyarakatnya juga tinggi," ungkap Handoyo kepada KONTAN, pekan ini.
Alhasil, Jababeka Residence akan menyiapkan satu proyek baru di sektor komersial dan satu residensial. Pertama, proyek Business Loft seluas 3 hektare (ha) di kawasan Jababeka. Ini merupakan kawasan properti seperti rumah toko (ruko) dengan ketinggian empat hingga 12 lantai yang akan menjadi kawasan bisnis pendukung industrial.
Handoyo menjelaskan, proyek Business Loft tersebut akan dirilis bertahap. Tahun ini, mereka akan meluncurkan tahap pertama sebanyak 30 unit seharga Rp 5 miliar-Rp 10 miliar. "Ini adalah produk baru yang belum pernah ada di kawasan timur Jakarta," klaimnya.
Jababeka Residence merilis proyek ini karena Jababeka sebagai kawasan industri terbesar di Indonesia belum memiliki supporting industrinya. Sehingga Business Loft ini akan menjadi kantor perbankan dan lain-lain.
Kedua, Jababeka Residence akan meluncurkan proyek hunian yang merupakan tahap kedua dari pengembangan Kawana Golf Residence. Namun
Handoyo belum bisa menjelaskan konsep pengembangan produk tersebut.
Yang jelas, prospek hunian semacam Kawana Golf akan semakin cerah sejalan dengan pembangunan sekolah Jepang yang baru di kawasan Cikarang dan pengembangan tiga mal di Jababeka.
Menurut Handoyo, semakin lengkapnya fasilitas di kawasan Cikarang, baik berupa mal dan fasilitas pendidikan, akan membuat keluarga-keluarga ekspatriat terutama dari Jepang yang selama ini bermukim di Jakarta akan pindah ke wilayah Cikarang.
Adapun sepanjang semester I-2018, Jababeka Residence mencatatkan marketing sales dari sektor perumahan sekitar Rp 270 miliar. Pencapaian tersebut sekitar 45% dari target perusahaan di tahun ini senilai Rp 600 miliar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rupiah_20180122_002340.jpg)