Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tren Saham Emiten E-Commerce Masih Sulit Ditebak

Perusahaan digital yang melantai di Bursa Efek Indonesia bertambah. Dua diantaranya merupakan anak usaha PT Kresna

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
AFP
Ilustrasi penggunaan e-commerce 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Perusahaan digital yang melantai di Bursa Efek Indonesia bertambah. Dua diantaranya merupakan anak usaha PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) yang menggeluti bisnis e-commerce, yaitu PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) dan PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS).

Meski sahamnya cenderung naik sejak listing, namun tren pergerakannya masih sulit ditebak. Sebagai gambaran, sejak tercatat pada November 2017, harga MCAS sudah melejit 104,33%. Saham NFCX yang baru listing pada 12 Juli 2018 juga sudah naik 60% hingga kemarin (18/7).

Analis Trimegah Sekuritas, Rovandi mengatakan, secara teknikal, MCAS dengan estimasi laba tahun ini akan naik dan return on equity (RoE) 15 kali, cukupmenarik. Namun harganya sudah termasuk tinggi setara price to earning ratio (PER) 43,7 kali.

MCAS sempat menorehkan harga tertinggi di level Rp 3.525, tapi terkoreksi hingga saat ini di Rp 2.900, sehingga lebih menarik. "MCAS berpotensi kembali menyentuh level tersebut dalam dua sampai tiga bulan mendatang," prediksi Rovandi, Rabu.

Sedangkan, NFCX secara teknikal, belum bisa diprediksi. Namun, kata Rovandi, dari sisi fundamental saham ini menarik, sebab tren masyarakat mengarah ke digital.

NFCX yang menggarap layanan tv streaming serta platform voucher digital, berpotensi besar berkembang di masa depan.
Namun, Rovandi masih menyarankan wait and see dalam waktu dekat. Sebab, bisnis digital sulit ditebak.

Analis Narada Aset Manajemen Kiswoyo Adi Joe mengatakan, saham e-commerce cenderung sulit dihitung dari sisi valuasi. Selain itu, risikonya cukup besar.

"Mereka menawarkan big data. Tapi, big data sulit dilihat sisi keuntungannya. Risikonya juga cukup besar karena banyak e-commerce yang gulung tikar," kata Kiswoyo. Dus, ia menyarankan investor wait and see.

Pengamat pasar modal Suria Darma bilang, secara valuasi, e-commerce belum terlalu besar dan sulit diprediksi.Namun, saham yang bergerak di bisnis ini dapat bangkit, yakni dari sisi brand equity.

Trimegah menargetkan harga NFCX jangka panjang di level Rp 3.100 per saham.

SCG akan Mengempit 29% Saham CSAP

Perusahaan pelat merah milik Thailand, Siam Cement Group (SCG) akan menjadi pemegang total 29% saham PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP).
Menurut keterbukaan informasi CSAP, Rabu (18/7), Siam Cement melalui SCG Retail Holding Co Ltd berencana mengakuisisi 19,91% saham perseroan yand dimiliki pemegang saham pendiri atau pemegang saham mayoritas

"Pengalihan kepemilikan saham itu akan dirampungkan kuartal III-2018," kata Idrus Hermawan W, Sekretaris Perusahaan CSAP, Rabu.

Sebelumnya, 16 Juli lalu, SCG Retail telah menyepakati pembelian 9,09% saham CSAP melalui skema private placement atau emisi saham baru.
Setelah pengalihan kepemilikan saham ke SCG, Budyanto Totong dan keluarga sebagai pendiri CSAP tetap memiliki pengendalian penuh.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, pembelian saham ini membuktikan bahwa pasar Indonesia semakin menarik dan menjadi tujuan bagi investasi asing.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved