Mandom Pacu Ekspansi Usaha di Paruh Kedua
Korporasi nasional makin intens mengembangkan usaha di semester II tahun 2018. Ekspansi bisnis PT Mandom Indonesia Tbk
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Korporasi nasional makin intens mengembangkan usaha di semester II tahun 2018. Ekspansi bisnis PT Mandom Indonesia Tbk agaknya lebih agresif pada semester kedua tahun ini. Setidaknya, alokasi anggaran yang mereka siapkan untuk menunjang bisnis di paruh kedua lebih besar daripada paruh pertama.
Di semester pertama, Mandom sudah mengucurkan Rp 80 miliar dana belanja belanja modal alias capital expenditure (capex). "Detail tidak bisa kami sampaikan, tetapi serapan sekitar 40% dari budget," ujar Alia Dewi, Sekretaris Perusahaan PT Mandom Indonesia Tbk kepada KONTAN, Jumat (13/7) pekan lalu.
Total capex Mandom tahun ini mencapai Rp 200 miliar. Alhasil, emiten yang tercatat dengan kode saham TCID di Bursa Efek Indonesia itu masih memiliki dana Rp 160 miliar untuk dibelanjakan pada semester kedua tahun ini.
Di semester II, Mandom akan memakai capex untuk mendukung peluncuran produk baru. Tapi mereka masih menyimpan informasi tentang produk baru yang dimaksud. Ada pula rencana membeli mesin produksi.
Mengintip materi paparan publik April 2018, tahun lalu Mandom merilis sejumlah varian dari dua produk Pixy dan Gatsby. Beberapa diantaranya seperti Pixy Lip Cream Nude Series, Pixy Matte in Love, Gatsby Styling Pomade Urban Dry & Perfect Risean Gatsby Powder Deodorant Body Paper Cool Citrus.
Adapun jumlah pabrik Mandom ada dua di Kawasan Industri MM2100, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Satu pabrik sekaligus menjadi kantor pusat.
Sementara pabrik lain memproduksi kemasan plastik dan menjadi pusat distribusi logistik.
Pola belanja konsumen
Mandom mencatat, tingkat keterpakaian atawa utilitas pabrik senantiasa menyesuaikan kebutuhan produksi. "Saat ini utilitas di kisaran 70%," terang Alia.
Rencana lain Mandom adalah memperkuat pasar ekspor ke Indochina. Perusahaan tersebut mengandalkan produk hairstyle atau perawatan rambut.
Mandom tentu berharap aneka rencana bisnis di semester kedua bisa menyokong pertumbuhan kinerja sepanjang tahun ini. Pekerjaan rumah mereka bisa jadi tak mudah jika berkaca pada pencapaian kuartal I. Selama Januari-Maret 2018, penjualan bersih TCID turun 6,86% year on year (yoy) menjadi Rp 681,16 miliar.
Mandom menyebutkan, penurunan kinerja selama kuartal pertama dipicu perubahan pola belanja konsumen. Belakangan konsumen lebih berhati-hati mengeluarkan dananya.
Metrodata Terjun ke Bisnis Gim
Semakin banyak peminat, industri gim kian menjanjikan. Hal ini mendorong PT Metrodata Electronics Tbk terjun meramaikan sektor bisnis kreatif tersebut. Di tahap awal, Metrodata mengembangkan e-commerce yang menyediakan berbagai kebutuhan gim.
"Saat ini masih under development. Kami ingin menyediakan one stop solution bagi kebutuhan gamers, sehingga apapun tentang gim akan kami sediakan di sini," terang Associate Director Metrodata Electronics, Valentinus Boentaran saat dihubungi KONTAN, Senin (16/7).
Berdasarkan catatan KONTAN, pada awal Juli lalu, Metrodata telah menggelar Indonesia Game Xperience (IGX) 2018. Ajang itu terselenggara melalui kerjasama Metrodata dengan salah satu layanan Go-Jek, yakni Go-Live.
Menurut Corporate Secretary Metrodata Electronics Randy Kartadinata, ajang tersebut untuk mendorong antusiasme para gamers. Dari sini, Metrodata ingin mendorong e-commerce dengan menyentuh kebutuhan pasar di segmen ini.
Valentinus menambahkan, dalam masa pengembangan, timnya akan lebih berfokus terlebih dulu menyediakan hardware. Seperti laptop, accessories, keyboard, mouse hingga headset, termasuk kebutuhan voucher digital.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pecahan-rupiah_20171027_221842.jpg)