Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

FINA World Cup Rusia 2018

Mantan Juara dan Penantang Baru

Kontestan Piala Dunia makin mengerucut. Mereka yang lemah telah tumbang, dan tinggal menyisakan empat tim terkuat. Semuanya berasal dari Eropa.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
BOLASPORT
Penyerang Prancis, Antoine Griezmann (kiri) menerobos pertahanan timnas Uruguay dalam partai babak 8 besar Piala Dunia 2018 di Nizhny Novgorod, 6 Juli 2018. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kontestan Piala Dunia makin mengerucut. Mereka yang lemah telah tumbang, dan tinggal menyisakan empat tim terkuat. Semuanya berasal dari Eropa. Prancis, Belgia, Inggris, dan Kroasia.

Ini merupakan all-European semi-finals kelima dalam sejarah Piala Dunia. Sebelumnya, hal yang sama cuma pernah tersaji di edisi 1934, 1966, 1982 dan 2006.

Berbicara tradisi, perbedaan keempat tim ini sebenarnya tak begitu jomplang. Hanya Inggris dan Prancis yang pernah mencicipi gelar juara. Itu juga tak banyak, masing-masing hanya mengemas satu trofi.

Namun dari kontestan lain, Prancis menjadi yang terdepan karena semifinal kali ini adalah yang keenam sepanjang perhelatan mereka di Piala Dunia. Meski laju mereka tak selalu mulus di sana.

Hanya dua kali Les Bleus berhasil melanjutkan langkahnya ke final. Sekali berakhir indah--saat juara pada edisi 1998. Sisanya berujung pilu karena keok dari Italia di partai puncak. Sedangkan tiga kesempatan lainnya berakhir dengan kegagalan.

Sementara bagi Inggris, nama besar nyatanya tak menjamin eksistensi mereka di Piala Dunia. Buktinya, hanya dua kali mereka melaju hingga babak semifinal.

Pengalaman pertama tim Tiga Singa berakhir indah karena sukses ditutup dengan trofi juara edisi 1966. Berjarak 24 tahun setelahnya, mereka kembali melaju ke fase yang sama. Sayang, kegagalan Stuart Pearce dan Chris Waddle menjalankan tugasnya di babak adu penalti membuat Inggris takluk dari Jerman Barat. Inggris kembali menerima kekalahan empat hari berselang. Kali ini dari tuan rumah Italia, sekaligus membuat mereka harus puas nangkring di peringkat keempat Piala Dunia 1990.

Baca: Pemain yang Bawa Prancis Juara Dunia Ada Dipihak Belgia, Thierry Henry Negara atau Perkerjaan?

Pelatih Inggris, Gareth Southgate menyebut apa yang sudah dilalui timnya saat ini di luar ekspektasi. "Ini adalah sesuatu yang istimewa selama saya menjadi pelatih Inggris sampai sejauh ini," kata dia usai laga melawan Swedia, seperti dikutip dari laman FIFA.

Jesse Lingard (kiri) dan Harry Kane merayakan kemenangan Inggris atas Panama (6-1) di Grup G Piala Dunia 2018, di Nizhny Novgorod Stadium, Nizhny Novgorod, 24 Juni 2018.
Jesse Lingard (kiri) dan Harry Kane merayakan kemenangan Inggris atas Panama (6-1) di Grup G Piala Dunia 2018, di Nizhny Novgorod Stadium, Nizhny Novgorod, 24 Juni 2018. (JOHANNES EISELE/AFP)

Southgate pun meminta para pemainnya untuk tetap percaya diri mencapai batas maksimal. Menurutnya, para pemain masih bisa bertahan di Piala Dunia sampai di partai puncak. "Kami ingin tetap berada di sini (Piala Dunia). Apapun yang sekarang terjadi, kami masih menginginkan beberapa pertandingan untuk dimainkan," sambung Southgate.

Adapun Belgia, jauh sebelum generasi emas tercipta, mereka sudah pernah mencicipi rasanya tampil di semifinal Piala Dunia, tepatnya pada edisi 1986. Kala itu Jan Ceulemans dan kawan-kawan lolos ke fase knock-out sebagai peringkat ketiga terbaik. Namun langkah mereka melaju ke final kemudian dikandaskan Argentina yang akhirnya keluar sebagai pemenang turnamen. Langkah mereka meraih posisi ketiga juga turut buyar setelah kalah 2-4 dari Prancis.

Kroasia setali tiga uang dengan Belgia. Babak semifinal kali ini adalah pengalaman kedua mereka. Namun, mereka sedikit lebih baik karena sukses langsung finis di posisi ketiga, pada keikutsertaan perdana pula.

Di semifinal nanti Prancis (1998) dan Inggris (1966) yang berstatus sebagai mantan juara akan menghadapi Belgia dan Kroasia sebagai tim yang belum pernah mencicipi gelar. Prancis berhadapan dengan Belgia di Saint Petersburg, Rabu (11/7) dini hari. sesudahnya Harry Kane dkk akan bentrok dengan Luka Modric cs di Stadion Luzhniki.

Para pemain Belgia merayakan gol ke gawang Brasil
Para pemain Belgia merayakan gol ke gawang Brasil (Boladport.com)

Sepanjang sejarah, Prancis dan Belgia sudah kerap bersua. Total kedua tim sudah 73 kali bertemu dengan 24 kemenangan untuk Prancis, 19 seri, dan 30 kemenangan untuk Belgia. Namun, di pentas Piala Dunia mereka baru dua kali bentrok dan keseluruhannya dimenangi Les Bleus.

Edisi 1986, kedua tim bertemu merebutkan peringkat ketiga. Saat itu Prancis yang diperkuat Jean-Pierre Papin menang 4-2 usai mengarungi babak perpanjangan waktu. Kemudian edisi 1938, Prancis menang 3-1 atas Belgia di babak 16 besar.

Meski kalah dalam rekor pertemuan, bintang kemenangan Belgia atas Brasil di babak perempat final, Kevin De Bruyne mengaku siap menyambut pertandingan semifinal nanti. Menurutnya, Belgia dan Prancis kini dalam level yang setara. "Sekarang kami menghadapi tim yang luar biasa di dalam Prancis. Tetapi setiap kali Anda mencapai semifinal Piala Dunia, Anda tahu tidak akan menghadapi lawan yang lemah. Kami sejajar dengan mereka, dan kami akan melakukan segalanya untuk menang," ucap De Bruyne dikutip dari situs FIFA.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved